Kamis, 13 November 2014

Bagaimana cara bintang Kpop menggunakan jejaring sosial


Dalam dunia teknologi canggih seperti sekarang ini, jejaring sosial atau SNS sangatlah penting, bahkan untuk bintang K-pop. Sebagian besar anggota grup idola memiliki akun jejaring sosial mereka sendiri dan menggunakannya untuk mempromosikan diri dan berkomunikasi dengan fans.

Kadang-kadang layanan tersebut lebih berpengaruh daripada laporan berita rsmi. Di antara berbagai layanan jejaring sosial, Twitter adalah yang paling banyak digunakan karena akun resmi Twitter mereka dapat menyebarkan berita terbaru lebih cepat dan lebih efektif daripada media lainnya.

Sebagai contoh, Zico dari grup Block B belakangan ini mulai menyampaikan berita kepada para penggemarnya dengan menggunakan akun Twitter pribadinya. Baru-baru ini, ia mengumumkan tanggal rilis dari album terbarunya melalui akun Twitter pribadinya. Namun ternyata yang diumumkan itu adalah tanggal yang salah. Di masa lalu, Zico meminta para penggemarnya untuk ikut voting buat grup mereka pada program musik sejak ia berpikir Block B adalah salah satu kandidat meskipun sebenarnya tidak. Meskipun ia sering memberikan informasi yang salah, jelas bahwa ia telah menjadi lebih dekat dengan para penggemarnya melalui Twitter.

Beberapa grup idola, termasuk Apink dan BTS, hanya menggunakan satu akun dan berbagi dengan anggota mereka. Ketika salah satu anggota harus mengidentifikasi siapa yang berbicara, dia hanya menulis [Bomi], [Eunji], dll.

Namun, kadang-kadang jejaring sosial bisa menjadi bumerang. Beberapa idola telah membuat kesalahan dengan menulis sesuatu yang secara sosial tidak pantas pada halaman jejaring sosial mereka. Namun sebaliknya, banyak media hiburan membutuhkan akun jejaring sosial idola Kpop agar mereka bisa memeriksa berbagai hal yang sedang dipikirkan oleh idola ini yang diposting di Web.

Untuk alasan ini, akun Twitter resmi mungkin tampak membosankan dan tidak menyenangkan untuk penggemar. Namun, dalam kasus VIXX, hal ini menjadi tidak benar. Ia menambahkan anggota ketujuh, Rovix, untuk mengelola akun Twitter resminya. Rovix menarik karena ia menggunakan cara robot ketika berbicara dan tidak pernah menggunakan ekspresi kesopanan ala Korea.

Jejaring sosial juga menunjukkan sisi yang berbeda dari para idola.

Dalam kasus Super Junior, anggota boyband ini telah memperkenalkan keluarga mereka untuk fans mereka dan membanggakan hubungan pribadi mereka melalui jejaring sosial. Sementara itu, anggota GOT7 sering mengunggah foto mereka dan bahkan mereka juga sering mem-"favorit"-kan atau memberi komentar pada foto yang diunggah oleh fans mereka, agar bisa berkomunikasi lebih erat dengan fans.

Girlband Nine Muses juga menunjukkan pesona mereka melalui jejaring sosial. Salah satu anggotanya Kyungri kadang berkomunikasi dengan fans-nya dengan mengklik "favorite" pada posting dari fans yang ditulis di akun Twitter pribadinya. Dia juga sering menulis sebuah posting di official fan page dari grip mereka, cuma untuk mengungkapkan pendapatnya setelah melihat klip video amatir buatan fans dari aksi panggungnya.

Anggota lain, Moon Hyun-a memposting klip video dirinya di akun Instagram-nya, yang secara terbuka mengundang penggemarnya untuk berkomunikasi dengannya melalui jejaring sosial.

Grup idola BEAST juga sering berkomunikasi dengan penggemarnya. Setelah acara pembagian tanda tangan atau siaran, BEAST akan meninggalkan pesan mereka melalui jejaring sosial seperti "Sampai jumpa lagi, Semoga kalian tiba di rumah dengan selamat."

Anggota Girl's Day Yura memposting sbuah surat kepada penggemarnya pada hari ulang tahunnya, berbicara tentang bagaimana dia sangat bersyukur karena banyak fans yang telah mengucapkan selamat kepadanya.

Singkatnya, efektivitas jejaring sosial buat pada idola Kpop sudah tidak bisa disangsikan lagi. Namun, tampaknya sangat penting buat mereka untuk berpikir dua kali dan memeriksa kembali sebelum menulis apapun secara online. Jejaring sosial bisa memiliki pengaruh yang kuat tetapi juga dapat menghancurkan image mereka dalam sekejap.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar