Sabtu, 04 Oktober 2014

Samsung Milk Music menjadi aplikasi dengan UI terbaik dan terlaris didownload


Setelah lama berusaha menghadirkan satu demi satu aplikasi dan layanan buatannya ke pasar, software buatan Samsung Electronics akhirnya mendapat penghargaan yang pantas. Milk Music, aplikasi streaming musik yang telah diluncurkan di Korea dan Amerika Serikat telah berhasil menyapu pasar aplikasi untuk bersaing dengan iTunes milik Apple. Milk Music juga terpilih sebagai aplikasi dengan desain terbaik.

Samsung Electronics pada hari Selasa kemarin mengatakan bahwa Milk Music adalah aplikasi No. 1 di kalangan pengguna Korea untuk kategori aplikasi gratis di toko aplikasi Google Play. Prestasi ini dicapai hanya dalam waktu enam hari setelah peluncuran, dan telah melampaui 500 ribu download pada hari Senin. Milk Music berhasil melampaui aplikasi messenger terpopuler di Korea, KakaoTalk, yang telah lama menjadi yang terlaris.

Milk Music memberikan akses streaming musik gratis untuk 3,6 juta lagu (untuk versi Amerika hingga lebih dari 13 juta lagu), layanan musik terbesar saat ini di Korea. Dan karena aplikasi ini hanya bisa berjalan pada smartphone Samsung, analis mengatakan bahwa Milk Music bisa menjadi alat pemasaran yang kuat untuk smartphone Samsung saat ini yang penjualan sempat loyo.

Aplikasi ini tidak bekerja pada smartphone berbasis Android lainnya seperti buatan LG, Sony atau Huawei. Selain itu, aplikasi ini juga hanya bisa berjalan pada perangkat Samsung yang baru yang telah menggunakan OS Android 4.0 atau yang lebih baru.

Milk Music dikembangkan oleh Media Solution Center (MSC), divisi yang membuat aplikasi, konten dan layanan untuk perangkat Samsung, termasuk yang menjalankan toko aplikasi Samsung Apps. Namun tidak seperti biasanya, Samsung tidak melakukan pre-installed aplikasi ini pada smartphone miliknya, seperti aplikasi-aplikasi sebelumnya termasuk ChatON, KNOX, S Voice, WatchON dan lainnya. Jadi prestasi ini termasuk luar biasa dalam sejarah software Samsung.

"Kita tidak melakukan pre-installed terutama karena oposisi yang kuat dari operator seluler lokal, yang saat ini mereka sudah memiliki layanan aplikasi musik mereka sendiri," kata seorang pejabat di Samsung Electronics.

Tidak hanya di Korea, Milk Music juga berhasil mencatatkan prestasi serupa di Amerika Serikat, negara pertama di mana Samsung memperkenalkan aplikasi ini pada bulan Maret. Di pasar aplikasi Android yang berbasis di Amerika, Milk Music tercatat telah lebih dari empat juta kali didownload dalam enam bulan. Milk Music bahkan sanggup bersaing layanan iTunes Radio milik Apple untuk menjadi yang terlaris di download.

"Kami berencana untuk merilis aplikasi ini di Eropa dan China menyusul Amerika Serikat dan Korea," kata seorang sumber di Samsung Electronics. "Kami berharap Milk Music akan tumbuh menjadi penyedia konten global yang sangat berharga yang hanya tersedia pada perangkat Samsung, seperti iTunes."

Salah satu keunggulan dari Milk Music adalah user interface (UI) yang inovatif dimana pengguna dapat bergerak di antara genre musik yang berbeda dengan memanipulasi dial di tengah layar. Dial dibagi menjadi 220 jenis, mulai dari top 100 lagu di Korea untuk Korea hip-hop, musik indie Korea, balada dan jazz. Milk Musik memungkinkan pengguna untuk memilih penyanyi dan lagu-lagu favorit mereka sehingga mereka menjadi bagian dari playlist, tidak seperti aplikasi radio lainnya. Memutar tombol memungkinkan pengguna untuk melompat antara genre dan lagu.

"Milk Music memiliki pengalaman pengguna (UX) yang sederhana, sehingga mudah dioperasikan. Hal ini sangat nyaman untuk digunakan bahkan selama istirahat sebentar tanpa perlu kesulitan dengan cara mengoperasikannya," kata salah seorang pengguna smartphone Samsung di Korea yang menyukai aplikasi ini.

Keindahan UX dari Milk Music juga mendapat pengakuan dari sebuah kompetisi untuk desain aplikasi mobile terbaik. Milk Music pada bulan Agustus kemarin telah memenangkan Platinum A' Design Award untuk kategori Mobile Technologies, Applications and Software Design Competition.

Juri dari A' Design Award memberikan penilaian bahwa desain dial pada Milk Music sangat unik, elegan, dan mudah digunakan. UX ini membantu Milk Music untuk membedakannya dari aplikasi musik mobile lainnya. Desain ini menghadirkan dial dengan haptic feedback yang bisa diputar oleh pengguna untuk mencari stasiun yang mereka ingin dengarkan.


Proyek pengembangan aplikasi Milk Music dimulai pada pertengahan tahun 2013. Samsung Media Solution Center (MSC) membentuk Samsung Milk Music Team yang beranggotakan 24 pengembang dan desainer software. Selain smartphone, Samsung juga berencana untuk menghadirkan aplikasi Milk Music untuk pengguna perangkat wearable Samsung Samsung Gear S dan Gear 2 serta Smart TV di masa yang akan datang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar