Selasa, 12 Agustus 2014

Smartwatch dengan fungsi telepon, internet dan SNS siap menggeser pasar smartphone


Berbagai ide inovasi yang dikembangkan untuk perangkat mobile yang diwakili oleh smartphone sekarang dengan cepat telah berganti dengan berbagai ide inovasi yang dikembangkan untuk perangkat wearable yang diwakili oleh smartwatch. Peralihan ini menandai awal dari sebuah ekosistem IT baru untuk industri wearable yang sedang dirumuskan.

Dengan keikutsertaan perusahaan IT global seperti Google, Samsung, Sony dan LG yang mencoba untuk mendominasi pasar wearable, smartwatch telah memulai era inovasi baru dalam industri IT.

Dalam tahap awal, smartwatch cuma merupakan aksesoris tambahan untuk smartphone, tapi sekarang fitur panggilan telepon dan fungsi komunikasi yang terdapat pada smartphone lainnya, termasuk SNS (Social Networking Service) dan aplikasi, semuanya bisa diterapkan di smartwatch, dan bahkan layanan khusus lainnya seperti hiburan dan kesehatan yang juga tersedia.

Mulai sekarang, smartwatch yang menggunakan perintah suara, pengenalan suara, deteksi gerak, dan hologram sebagai antarmuka pengguna akan menjadi ikon utama dalam inovasi IT berikutnya.

Samsung Electronics, yang sangat proaktif di pasar smartwatch, awalnya memperkenalkan seri Gear di bawah slogan "Smart Companion." Technologies dalam komponen dan material telah sedemikian canggih, kamera, sensor detak jantung, GPS dan Bluetooth rendah daya telah dibenamkan, dan daya tahan baterai juga telah menjadi lebih lama. Berkat teknologi canggih dalam layar melengkung, desain yang kaku telah diperbaiki juga.

Smartwatch dianggap belum sangat efisien untuk digunakan karena layarnya yang kecil, tetapi batasan ini telah diatasi melalui teknologi pengenalan suara deteksi gerak.

Samsung rencananya akan segera memperkenalkan Gear Solo, smartwatch dengan chip USIM pada tahun ini juga. Model ini akan menjadi perangkat wearable independen, bukan perangkat aksesoris tambahan untuk smartphone. Dengan kata lain, Anda tidak perlu smartphone untuk bisa memaksimalkan semua fitur smartwatch.

Seorang analis industri menjelaskan, "Anda dapat mendownload aplikasi, mencari informasi, melakukan panggilan telepon, dan video chat dengan smartwatch. Mereka adalah perangkat yang bisa beroperasi secara independen. Batas-batas yang ada pada smartwatch telah teratasi."

Aplikasi khusus untuk smartwatch dengan cepat meningkat. Ada hampir 300 aplikasi khusus untuk Android Wear yang terdaftar di Google Play Store. Sekitar 30 aplikasi baru terdaftar setiap hari. Sementara Tizen Wearable bahkan telah memiliki 1000 aplikasi yang terdaftar di toko aplikasi Samsung Apps, ditambah 800 tema sebagai pilihan kustomisasi pribadi buat pengguna Samsung Gear.

Beberapa aplikasi dengan berbagai fungsi yang sebelumnya ada di smartphone, seperti menampilkan kode QR atau barcode untuk digunakan sebagai kartu keanggotaan atau untuk membeli tiket kereta api, pesawat terbang dan lainnya, telah dikembangkan untuk smartwatch. Begitu juga aplikasi navigasi, SMS dan game.

Perusahaan penyedia layanan jejaring sosial tidak ketinggalan baru-baru juga telah meluncurkan aplikasi messenger yang dioptimalkan untuk smartwatch sebagai langkah awal mereka untuk mendominasi platform smartwatch, dan ini memberikan kontribusi bagi perluasan ekosistem wearable.

Pekan lalu, Facebook memperbarui layanan messenger WhatssApp versi beta untuk Android Wear yang telah berhasil digunakan masing-masing pada LG G Watch dan Samsung Gear Live. Sementara layanan messenger lainnya, Line dan KakaoTalk, juga telah memperkenalkan aplikasi eksklusif untuk Samsung Gear 2 dan Gear 2 Neo yang berbasis OS Tizen.

Menurut data dari firma riset industri teknologi Strategy Analytics, Samsung telah mengirimkan 500.000 unit smartwatch selama tiga bulan pertama tahun ini. Ini merupakan peningkatan dalam hal pangsa pasar untuk Samsung dari 52,4 persen pada tahun 2013, dimana ketika itu mereka berhasil menjual 1 juta unit smartwatch di seluruh dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar