Rabu, 06 Agustus 2014

Samsung disarankan adopsi AOSP atau Tizen untuk bersaing dengan Xiaomi

ABI Research melaporkan bahwa smartphone berbasis AOSP kini menguasai 20% dari pangsa pasar smartphone dunia. Walaupun Android saat ini memimpin pasar dengan 85%, namun 20% nya adalah AOSP yang terus tumbuh 20% secara berurutan dari Q1 2014 hingga Q2 2014 (pertumbuhan pasar total adalah 3% secara berurutan). Pertumbuhan AOSP ini membuat vendor smartphone yang mengusungnya seperti Xiaomi dan Micromax mulai mengancam pasar vendor Android OHA dari Google seperti Samsung, LG, Sony, Lenovo dan lainnya.

"Pertumbuhan AOSP ini didorong oleh perkembangan produsen handset China dan India, tidak hanya di pasar domestik, tetapi semakin meningkat di seluruh Asia dan dunia," kata Nick Spencer, senior practice director, mobile devices, ABI Research. "Vendor China dan India menyumbang mayoritas pengiriman smartphone untuk pertama kalinya dengan pangsa 51%. Sementara banyak dari produsen ini mengandalkan produk murah, ada pula yang membuat terobosan dalam mid-tier, termasuk Xiaomi dan Gionee, maka muncul tantangan yang berkembang untuk Samsung pada khususnya."

AOSP atau Android Open Source Project (AOSP) adalah versi open source dari Android yang minus layanan dari Google. Perusahaan-perusahaan seperti Xiaomi, Amazon atau yang tidak tergabung dalam OHA (Open Handset Alliance) bentukan Google menggunakan AOSP yang gratis untuk menciptakan OS versi mereka sendiri.

Menurut Lee Chan-jin, CEO dari Dreamwiz, Samsung harus mengadopsi AOSP atau Tizen untuk bisa bersaing dengan Xiaomi di China. Seperti Amazon, Xiaomi telah membuat layanan software mereka sendiri seperti toko aplikasi dan user interface MIUI.

Kebijakan pemerintah China yang memblokir layanan Google di negaranya menjadikan solusi dari Xiaomi lebih efektif saat diterapkan. Selain itu, Xiaomi juga menjadi bebas mencari keuntungan dari sisi software untuk menekan harga produk smartphone mereka menjadi lebih murah dari buatan Samsung maupun Lenovo.

Hal ini menjadikan penjualan handset Xiaomi meledak di pasar China. Dan menurut laporan terbaru dari Canalis, penjualan pada kuartal kedua naik 240% dari sebelumnya untuk menguasai 14% dari pangsa pasar China. Pencapaian luar biasa ini menjadikan Xiaomi saat ini menjadi penguasa pasar smartphone China, mengalahkan Samsung yang sebelumnya menjadi pemimpin selama bertahun-tahun di posisi kedua dengan penguasaan 12%.

Masalahnya disini Samsung tidak bisa serta merta meniru Xiaomi dengan menggunakan AOSP karena terikat dengan peraturan sebagai anggota OHA yang diharuskan mengutamakan layanan software dari Google. Untuk mengatasi dilema ini, Lee Chan-jin menyarankan Samsung untuk mengakuisisi Pantech, vendor smartphone terbesar ketiga di Korea, yang saat ini mengalami kesulitan keuangan untuk mengembangkan AOSP. Kebetulan Samsung juga memiliki investasi di Pantech sebelumnya.

Samsung juga bisa memaksimalkan sinergi dengan mitra mereka dari China, Baidu dan Alibaba. Baidu yang telah menjadi anggota Tizen Association, saat ini memiliki 91 Wireless, toko aplikasi Android terbesar di China, dan Alibaba adalah perusahaan e-commerce terbesar di dunia yang juga memiliki layanan navigasi AutoNavi. Sementara Baidu maupun Alibaba membutuhkan sistem operasi (OS) mobile dan partner hardware yang kuat untuk mendistribusikan konten software mereka. Jadi acara Tizen Developer Summit Shanghai 2014 yang akan berlangsung pada akhir Oktober nanti mungkin akan membawa banyak solusi lebih dari sekedar acara pertemuan untuk pengembang Tizen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar