Jumat, 08 Agustus 2014

Samsung bentuk tim software khusus untuk Tizen TV


Samsung Electronics saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit, terutama di sektor handset dan TV yang biasanya mendominasi. Mereka berada di bawah tekanan untuk menjaga margin keuntungan tetap stabil di tengah persaingan sengit dari perusahaan China dan penurunan penjualan secara global di industri TV.

Sejak tahun 2005, Samsung telah menjadi pemimpin dalam industri TV global, dan diakui sebagai vendor smartphone top dunia. Untuk menghadapi tantangan yang berkembang, perusahaan ini memperbarui strategi bisnisnya di televisi dan smartphone dengan menyetel kembali unit usahanya.

Produsen TV terbesar di dunia ini mulai mengubah fokusnya pada pengembangan TV futuristik, platform TV baru, layanan terkait dan meningkatkan kualitas tampilan layar.

"Permintaan untuk televisi tidak terlalu kuat, yang berarti bahwa kita perlu berinvestasi lebih pada konten, platform dan layanan di luar manufaktur," kata seorang pejabat Samsung hari ini.

Mulai tanggal 1 Agustus kemarin, divisi bisnis Visual Display dari Samsung Electronics, yang terutama menangani bisnis TV, menciptakan sebuah "tim pengembangan software masa depan." Tim yang dipimpin oleh eksekutif Byun Young-ki ini bertugas untuk mengembangkan platform Samsung TV berikutnya, yang tidak lain adalah Smart TV berbasis sistem operasi (OS) Tizen.

Selain itu juga ikut diluncurkan unit "pengembangan software masa depan," "pengembangan platform software," dan "pengembangan software enterprise" dalam divisi. Para pejabat Samsung mengatakan bahwa perusahaannya mencoba untuk mempelajari jenis produk yang diinginkan konsumen dan akan mencoba untuk memenuhi tuntutan dengan caranya sendiri.

Samsung memahami bahwa pertumbuhan konsumen yang bergeser untuk tablet dan smartphone telah melemahnya permintaan untuk TV. Pejabat Samsung terkait mengatakan bahwa layar yayang digunakan dalam penanda dan iklan besar akan membantu mengimbangi keprihatinan atakan memburuknya margin laba divisi mereka. Untuk itu, mereka juga telah menciptakan grup business-to-bisnis (B2B), penanda dan layar baru untuk menemukan peluang bisnis baru.

Samsung memiliki banyak perangkat baru yang sedang menunggu untuk segera duungkapkan ke publik, seperti TV layar melengkung yang menggunakan teknologi (organic light-emitting diode (OLED) yang juga mendukung kualitas gambar ultra high-definition (UHD) yang akan meluncur pada pameran dagang IFA tahun ini di Berlin, Jerman, yang akan dimulai pada minggu pertama di bulan September mendatang. Sedangkan Smart TV pertama yang berbasis Tizen baru akan meluncur awal tahun depan di pameran CES 2015.

"Samsung memiliki kebanggaan untuk secara aktif mempekerjakan orang yang berkualitas dan mendorong mereka untuk menumbuhkan lingkungan kerja yang inovatif untuk memanfaatkan strategi bisnis baru," menurut pejabat Samsung yang lain.

Menurut data dari Strategy Analytics, pangsa pasar global Samsung untuk "Connected TV" mencapai 26 persen pada kuartal kedua, dan tetap memimpin di sektor ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar