Sabtu, 19 Juli 2014

Samsung incar ribuan pengembang aktif Smart Home lewat SmartThings


Ruang Smart Home telah bergerak cepat setahun terakhir ini. Pertama, Samsung meluncurkan layanan Smart Home pada awal Januari tahun ini di pameran CES 2014 di Las Vegas, Google ikut terjun ke pasar ini dengan (seperti biasa) mengakuisisi Nest sebesar $3,2 miliar pada bulan Januari dan kemudian Apple mengumumkan HomeKit saat berlangsungnya WWDC 2014 pada awal Juni kemarin.

Ingin lebih memperkuat platform Smart Home mereka, Samsung berencana untuk membuat langkah besar dengan mengakuisisi startup potensial SmartThings dengan dana sekitar $200 juta, seperti yang dilaporkan oleh situs TechCrunch pada hari Selasa (15/7) kemarin.

SmartThings yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat, selama ini diketahui telah menjual hardware hub seharga $100 dan menyediakan platform cloud untuk membuat ratusan gadget pintar di pasaran bisa saling terhubung satu sama lain dalam satu aplikasi terpadu. Perusahaan ini memulai usahanya melalui kampanye pendanaan di Kickstarter yang sukses mengumpulkan dana $1,2 juta. Startup ini makin terangkat setelah mendapat suntikan modal sebesar $12,5 juta dari Greylock dan lain-lain.

Samsung sudah memiliki platform Smart Home dan juga banyak produk peralatan rumah terhubung mereka yang tersedia di pasar. Dengan penambahan teknologi SmartThings tentu akan bisa melakukan lebih baik dalam hal menghubungkan peralatan untuk perangkat pihak ketiga lainnya ke dalam satu platform terpusat. Ini adalah apa yang terlihat menjadi tujuan Apple untuk melakukannya melalui HomeKit dan mungkin juga Nest suatu hari nanti setelah mereka membuka program API mereka yang memungkinkan perangkat lain untuk terhubung dengan peralatan mereka yang sudah ada.

SmartThings bukan satu-satunya perusahaan Smart Home yang menyediakan platform terpusat untuk menghubungkan perangkat. Revolv, misalnya, menjual hardware hub yang lebih mahal dengan harga $300 dengan tujuh radio yang dapat berbicara dengan sebagian besar gadget Smart Home di pasaran sekarang. Hal yang unik tentang SmartThings adalah komunitas mereka kuat dengan lebih dari 5.000 pengembang yang bekerja pada bagaimana perangkat yang berbeda ini dapat saling berinteraksi. Misalnya, Anda bisa mendapatkan peringatan pada smartphone Anda jika ruang bawah tanah Anda mulai banjir, atau Fitbit Anda memberitahu pembuat kopi Anda untuk pergi bekerja segera setelah Anda bangun.

Menjelang akhir tahun, SmartThings ingin menawarkan aplikasi berbayar mirip dengan toko aplikasi Apple App Store, kata CEO SmartThings Alex Hawkinson baru-baru ini.

Salah satu model bisnis SmartThings yang sukses terlihat seperti meniru raksasa komputasi awan (cloud computing) Salesforce. Mirip dengan bagaimana pengembang dapat membangun aplikasi melalui platform cloud Salesforce untuk menemukan cara-cara baru dalam mengelola jaringan penjualan mereka, pengembang SmartThings dapat membuat cara-cara baru untuk menghubungkan perangkat di rumah melalui SmartThings yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh SmartThings sendiri.

"Salesforce membangun platform ini untuk pengembang karena mereka benar-benar tidak memiliki pengetahuan akan keahlian dan domain untuk setiap aplikasi yang mungkin [dibuat]," jelas pendiri dan CTO SmartThings Jeff Hagins dalam sebuah wawancara bulan lalu. "Kami melihat ruang Smart Home dan mengatakan hal yang sama. Kami tidak memiliki semua jawaban."

Satu pengembang, misalnya, menciptakan sebuah aplikasi yang membuat speaker Sonos Anda menyalak seperti anjing jika ada gerakan mencurigakan di luar rumah Anda.

Kesepakatan yang dibuat oleh Samsung dilaporkan masih belum final dan SmartThings tidak mau berkomentar untuk hal ini, tapi ini adalah tanda lain bahwa Samsung telah melihat peluang besar ini dan serius dalam menggarap Smart Home. Menurut analisa Juniper Research, pasar Smart Home sudah diperkirakan bernilai sekitar $33 miliar pada 2013 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi $71 miliar pada tahun 2018.

SmartThings telah mengalami banyak pertumbuhan sejak didirikan pada tahun 2012 dengan "puluhan ribu" rumah tangga di Amerika Serikat saat ini sudah terpasang sistem dari SmartThings, dan menurut Hawkinson baru-baru ini mengatakan bahwa basis instalasi milik perusahaan ini telah tumbuh pada tingkat 20% per bulan.


Via Forbes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar