Jumat, 18 Juli 2014

Samsung aktif bangun ekosistem Tizen, Google kecewa berat

Dari kiri ke kanan: JK Shin, Sundar Pichai, Larry Page, Jay Lee, dan GS Choi

Samsung lebih membutuhkan Google atau Google lebih membutuhkan Samsung? Jawaban dari pertanyaaan ini mungkin tersirat melalui sikap dari pimpinan kedua perusahaan.

Keinginan Samsung untuk membangun ekosistem sendiri di sekitar Tizen begitu tegas, sampai-sampai pekerjaan ini ditangani langsung oleh Lee Jay-yong (Jay Lee), Vice Chairman Samsung Electronics sekaligus putra dari Chairman Samsung Group Lee Kun-hee.

Menurut sumber industri di Korea, Jay Lee sengaja menghadiri acara Boao Forum untuk Asia 2014 yang diselenggarakan di Boao, provinsi Hainan, China, pada bulan April kemarin untuk membangun kemitraan di sekitar Tizen. Boao Forum untuk Asia adalah sebuah organisasi non-profit yang dibentuk pada bulan Februari 2001 oleh para pemimpin dari 26 negara Asia.

Jay Lee juga menghadiri acara Allen & Company Sun Valley Conference yang digelar pekan lalu di negara bagian Idaho tetap dengan membawa agenda utama untuk memperluas kemitraan buat Tizen. Jay Lee hadir dengan mengenakan kaos Under Armour yang memunculkan spekulasi bahwa antara Samsung Electronics dan Under Armour, pembuat pakaian dan aksesoris olahraga yang berbasis di Amerika Serikat teah terjalin kemitraan untuk pengembangan perangkat wearable berbasis Tizen.

Spekulasi ini bukan tidak berdasar, karena Jay Lee dilaporkan telah bertemu dengan Kelvin Plank, pendiri dan CEO Under Armour di Korea awal bulan ini. Dalam pertemuan tersebut, mereka dilaporkan membahas cara melawan dampak dari kolaborasi antara Apple dan Nike di sektor perangkat wearable.

CEO Google Larry Page yang juga ikut hadir di Allen & Company Sun Valley Conference dikabarkan merasa kecewa berat dengan gencarnya Samsung membangun ekosistem untuk Tizen. Menurut tiga orang sumber dari konferensi yang dikutip oleh situs The Information, Larry Page merasa frustasi karena Samsung lebih banyak berinvestasi di smartwatch yang menjalankan OS Tizen daripada di smartwatch yang menjalankan software Android Wear milik Google.

Diskusi dalam pertemuan antara Jay Lee dan Larry Page juga berpusat di sekitar hubungan smartphone mereka, yang tetap "kontroversial," menurut laporan tersebut. Google terus menekan Samsung untuk berhenti mengembangkan aplikasi-aplikasi Android sendiri untuk menggantikan aplikasi yang sudah disediakan oleh, terutama yang memungkinkan penggunanya untuk membeli konten.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Google dan Samsung telah bersitegang antar satu sama lain. Sebelumnya di pameran elektronik CES 2014 yang berlangsung pada awal Januari tahun kemarin di Las Vegas, pimpinan Android di Google Sundar Pichai mengatakan bahwa Google bersedia untuk meninggalkan Samsung jika Samsung terus menerus memodifikasi Android hingga tidak terlihat lagi seperti versi milik Google.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar