Minggu, 15 Juni 2014

Mampukah HiSilicon Kirin 920 mematahkan dominasi Qualcomm?


Ketika berhubungan dengan soal chip untuk menjalankan smartphone, Qualcomm asal Amerika Serikat telah lama memimpin pasar. Kali ini, sebuah chip buatan asli China telah menarik perhatian para pengamat pasar dengan berbagai kelebihannya.

Octa-core Kirin 920, yang diresmikan oleh HiSilicon - perusahaan chip milik Huawei - pada hari Jumat kemarin, memiliki fitur dukungan untuk layar QHD, perekaman video 4K dan platform LTE kategori 6 yang berkecepatan tinggi, sesuatu yang bahkan para pemimpin industri global sulit untuk menawarkannya.

The specs chart of Huawei Kirin 920 SoC

Quad core Cortex A15 processor with clock speed of 1.7 GHz to 2 GHz + Quad core Cortex A7 processor with clock speed of 1.3 GHz to 1.6 GHz
Mali T-628 MP4 Quad core GPU
QHD display support with resolution of 2560x1600 pixels
Up to 20MP camera image signal processor (ISP), 480 Mpixels/s capture rate, 4K Ultra video recording @ 30 fps, H.265 codec
Integrated Multi-mode 4G LTE Modem – Category 6 FDD / TDD, TD-LTE/LTE FDD/ TD-SCDMA/ WCDMA/GSM, SGLTE/ CSFB/VoLTE
Built-in Tensilica HiFi 3 DSP Core

Meskipun terlalu dini untuk mengatakan ini sinyal kebangkitan China di pasar prosesor mobile global, berita masih datang sebagai harapan indah bagi sektor IT di negara itu, khususnya industri pembuatan chip, yang telah tertinggal jauh di belakang produsen kelas berat dunia.

China sangat bergantung pada chip impor, yang termasuk dalam empat kategori impor terbanyak oleh China dalam hal nilai, bersama dengan minyak, bijih besi dan panel LCD. Karena ketergantungan pada minyak dan bijih besi asing tidak mungkin bisa diatasi dalam waktu singkat, China telah bekerja keras untuk bisa mengatasi dua sektor industri lainnya yang tersisa.

China telah bisa mengurangi ketergantungan pada impor panel LCD dalam beberapa tahun terakhir, setelah dua pembuat panel terkemuka, BOE dan TCL, telah membuat kemajuan dalam inovasi. Namun, chip yang dikenal sebagai "jantung" dari industri informasi digital untuk kepentingan mereka, terus diimpor dalam jumlah besar.

Dengan pasar smartphone China yang lagi booming, menurut pihak pabean setempat yang berwenang, China telah mengimpor integrated circuit (IC), yang umumnya dikenal sebagai chip, senilai $232,2 milyar pada tahun 2013, naik 34,6 persen secara tahun ke tahun.

Angka tersebut lebih tinggi dari impor minyak yang senilai $219,6 milyar untuk tahun ini, membuat chip sebagai produk yang paling banyak diimpor, sehingga mengakibatkan defisit perdagangan $144,1 milyar untuk industri, yang telah berkembang selama empat tahun berturut-turut.

Namun, masih ada jalan panjang yang perlu dilalui sebelum China secara signifikan dapat mengurangi impor chip.

Li Mingjun, wakil sekretaris jenderal Asosiasi Industri Semikonduktor Shenzhen, seperti dikutip oleh media lokal mengatakan bahwa kebanyakan pembuat chip di China masih hanya mampu membuat chip dengan kualitas menengah kebawah. Selain itu, perusahaan pembuatan chip China masih terlalu kecil untuk menantang dominasi Amerika di pasar, setidaknya dalam waktu dekat.

Qualcomm mencatat pendapatan usaha sebesar 17,3 miliar dolar Amerika pada 2013, naik 31,6 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan pendapatan usaha Hisilicon, pembuat chip terkemuka China, masih berkisar seperdelapan dari pencapaian Qualcomm tahun lalu.

Kendala lain yang mencegah Hisilicon melalui Kirin 920 untuk menantang dominasi Qualcomm dan pemain Amerika lainnya adalah keengganan Huawei untuk melakukannya. Menurut wakil presiden Huawei yang dikutip oleh 21st Century Business Herald (21cbh), salah satu anggota dewan dari Tizen Association ini tidak bertujuan untuk mengekspor chip miliknya dan tidak melihatnya sebagai produk yang berdiri sendiri.

Xu mengatakan, "Strategi yang kita adopsi adalah satu ditambah satu atau satu ditambah N," yang berarti bahwa untuk setiap chip Hisilicon yang digunakan oleh Huawei dalam produk-produknya, mereka akan mengintegrasikan satu chip atau lebih dari pemasok lain.

Menurut 21cbh, alasan untuk ini adalah bahwa Huawei tidak ingin menimbulkan masalah dengan Qualcomm atau raksasa industri lainnya, takut situasi seperti ini dapat mempengaruhi pasokan chip buat mereka.

Huawei mendapat pelajaran berharga pada bulan Maret 2012 ketika meluncurkan prosesor quad-core K3V2 dan mengatakan akan menggunakan chip baru di smartphone Ascend D miliknya. Smartphone baru ini muncul di pasar beberapa bulan kemudian dari yang direncanakan. Sebuah sumber yang dekat dengan Huawei mengatakan kepada 21cbh bahwa penundaan itu setidaknya sebagian karena rilis berprofil tinggi dari chip membuat pemasok layar Samsung menunda pasokan buat Huawei.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana perusahaan-perusahaan besar pemasok komponen sangat berperan penting dalam menciptakan kesuksesan suatu produk di pasar. Apple sangat memahami hal ini sehingga mereka membuat kontrak besar dalam jangka panjang dengan perusahaan-perusahaan pemasok mereka. Begitu juga Google, setelah lepas dari Samsung mereka tidak punya pilihan lain selain menggandeng LG.

"Kita hanya bisa mengalahkan perusahaan-perusahaan Amerika di sektor seukuran jarum. Tapi itu adalah keluar dari pertanyaan untuk kepemimpinan kami untuk memperluas ke sektor seukuran batang korek api," kata Ren Zhengfei, pendiri dan CEO Huawei, selama pidato awal tahun ini ketika menerbitkan laporan tahunan 2013 dari perusahaannya.


Via Xinhua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar