Jumat, 02 Mei 2014

Untuk ekosistem, Samsung tidak ingin tergantung pada siapapun


Samsung yang ingin bergerak maju melampaui hanya menjadi "produsen besar" di industri elektronik, berusaha untuk mengambil keuntungan dari konvergensi antara industri teknologi, keuangan dan otomotif. Untuk itu, mereka bekerja sama dengan operator telekomunikasi di pasar global untuk mengambil keuntungan dari pembayaran mobile melalui saluran perangkat mobile buatannya.

Dalam sebuah pertemuan dengan wartawan lokal di Korea, Hong Won-pyo, presiden Samsung Electronics Media Solution Center (MSC), menegaskan bahwa perusahaannya akan bermitra dengan pihak yang berkepentingan untuk menciptakan platform umum sendiri atau sistem operasi sendiri seperti Google Android.

"Memang akan sulit buat Samsung untuk tiba-tiba memotong ketergantungannya pada Google Android. Namun, Samsung telah konsisten dalam menemukan sasaran yang tepat untuk mendorong perkembangan ekosistemnya. Jika Anda memiliki dunia sendiri, maka Anda bisa lebih leluasa memperluasnya," kata seorang pejabat di salah satu afiliasi keuangan Samsung kepada The Korea Times.

Samsung saat ini berusaha untuk menciptakan sebuah platform umum yang dapat menghubungkan produk mereka dalam satu kategori. Menurut salah seorang pejabat Samsung, perusahaannya berencana untuk meng-upgrade layanan Samsung Wallet, alat pembayaran mobile yang menyimpan data kartu kredit dan debit penggunanya.

"Samsung ingin bersaing dengan Apple, Google, Facebook dan bahkan Alibaba di pasar pembayaran mobile. Bisnis pembayaran mobile memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Samsung sedang mencari pekerja berpengalaman di industri ini," kata seorang pejabat Samsung.

Dia mengatakan bahwa orang-orang senang bisa membeli konten dari musik ke film dan buku dari perangkat mobile mereka. Namun, mereka masih khawatir akan keamanan transaksi mobile.

Bisnis pembayaran mobile Samsung sebenarnya memiliki posisi yang ideal, karena Samsung memiliki unit bisnis di bidang ini, yaitu keuangan, layanan data, hardware dan software. "Sederhananya, awalnya Samsung bukanlah sebuah perusahaan software. Keuntungannya terletak pada manufaktur. Kami secara bertahap akan mengalihkan fokus kita terhadap bisnis non-hardware, yang tentunya akan memakan waktu."

Kejenuhan industri smartphone dengan menurunnya penjualan smartphone di negara-negara maju adalah tanda lain bahwa pasar pembayaran mobile akan terus tumbuh. "Pasar smartphone telah menjadi jenuh, yang berarti bahwa produk ini akan menjadi lebih murah dan lebih banyak orang akan mampu membelinya. Mereka kemudian akan dapat membeli konten, tiket dan produk dan layanan lainnya. Ini berarti bahwa pasar pembayaran mobile akan meroket."

Samsung mengharapkan layanan baru ini dapat membuat ledakan besar di bidang teknologi konvergensi di era Internet of Things (IoT) seperti sekarang ini. Menurut sumber industri di Korea, Samsung Electronics juga akan meluncurkan layanan ini pada sistem operasi TIZEN sebagai solusi integrasi layanan pembayaran ke perangkat mobile, baik menggunakan NFC dan pembayaran jarak jauh, serta layanan mobile wallet prabayar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar