Selasa, 27 Mei 2014

Kisah persaingan dua mantan karyawan Samsung yang menjadi pemilik LINE dan KakaoTalk


Lee Hae-jin, Chairman Naver (pemilik LINE), dan Kim Bum-soo, Chairman Kakao (pemilik KakaoTalk), awalnya adalah teman kuliah seperjuangan yang bersama-sama mendirikan NHN namun setelah sekian lama kemudian bertemu lagi sebagai saingan berat yang tak terelakkan. Perseteruan kemungkinan akan semakin meruncing setelah Kakao memutuskan untuk bergabung dengan Daum Communications, portal web nomor dua terbesar di Korea setelah Naver.

Kim dan Lee keduanya masuk Seoul National University pada tahun 1986. Mereka bertemu lagi tidak sebagai mahasiswa tetapi sebagai karyawan Samsung SDS pada tahun 1992. Kim kemudian meninggalkan Samsung SDS dan mulai membuat portal game online Hangame pada tahun 1998. Sementara Lee membuka portal mesin pencarian Naver pada tahun 1999.

Pada tahun 2000, keduanya sepakat untuk menggabungkan Hangame yang kewalahan dengan lalu lintas data yang masuk dan Naver yang tidak memiliki model pendapatan yang cukup untuk terus bertahan. Keputusan ini membuat portal gabungan NHN langsung menguasai posisi nomor satu untuk portal web yang paling sering diakses di Korea. Pesta keberhasilan tidak berlangsung lama karena kemudian Kim memutuskan untuk meninggalkan NHN pada tahun 2007.

Setelah meninggalkan NHN, Kim tinggal di Amerika Serikat untuk sementara dan kembali ke Korea untuk menciptakan layanan mobile messenger Kakao Talk tepat pada waktunya dengan booming smartphone pada tahun 2010.

KakaoTalk digunakan oleh sekitar 35 juta warga Korea dan kemudian juga sukses besar dengan platform game Kakao Game, yang merilis beberapa game mobile paling populer seperti "Everybody’s Marble" dan "AniPang."

Setahun setelah KakaoTalk memulai debutnya, Lee lewat perusahaannya memutuskan untuk meluncurkan mobile messenger sendiri LINE, menargetkan pasar yang sama dengan KakaoTalk. LINE lambat laun mulai mengancam KakaoTalk dengan mencapai 1 juta pengguna di Korea. Naver juga terus mengancam bisnis inti Kakao dengan juga meluncurkan game mobile untuk LINE lewat anak perusahaannya Camp Mobile.

Gaming merupakan salah satu sumber pendapatan utama KakaoTalk, dan kelahiran "Band", layanan jejaring sosial tertutup yang dijalankan oleh Camp Mobile, semakin mengancam bisnis game Kakao. Pada tanggal 20 Mei, Naver mengumumkan bahwa 10 aplikasi game berbasis Band telah melampaui jutaan download. Ini melebihi 30 juta pengguna di seluruh dunia dan bertujuan untuk memiliki 500 juta pengguna tahun ini dengan lokalisasi aktif.

Penetrasi Naver di layanan aplikasi mobile semakin lama membuat Kakao memasuki sudut defensif karena bisnis mobile messenger mereka telah mencapai puncaknya dan industri game terus mengkritik kebijakan Kakao yang menetapkan harga game yang mahal. Situasi ini memaksa Kakao untuk mengambil langkah akhir melalui merger dengan perusahaan lain untuk mengatasi kondisi yang semakin tidak menguntungkan ini.

Pada tanggal 26 Mei, portal internet terbesar kedua di Korea Daum dan Kakao mengumumkan, "Kami telah mengadakan pertemuan dewan direksi pada tanggal 23 Mei untuk menyetujui merger." Kesepakatan ini telah menciptakan sebuah perusahaan internet raksasa yang diberi nama Daum Kakao senilai sekitar 3,4 triliun won atau sekitar 38 triliun rupiah.

Perusahaan yang baru bergabung, Daum Kakao, akan mendapatkan keuntungan dari platform mobile yang sangat baik dari Kakao serta pengaruh bisnis dan pengalaman dengan pencarian internet dan penjualan iklan dari Daum. Dan yang terpenting, Daum Kakao akan bisa bersaing secara seimbang dengan Naver.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar