Kamis, 22 Mei 2014

Apakah Samsung akan bergabung dengan AllJoyn atau tetap dengan TIZEN?


Samsung Electronics sedang mempertimbangkan bergabung dengan proyek AllJoyn dari Qualcomm. Tapi ada beberapa perdebatan tentang kemungkinan ini karena Samsung saat ini sedang mengembangkan platform Internet of Things (IoT) sendiri yang berbasis TIZEN.

AllJoyn adalah sebuah platform open source yang memungkinkan semua perangkat pintar - terlepas dari merek - untuk mengenali satu sama lain dan berbagi informasi. Sederhananya, peralatan rumah tangga dan elektronik yang pintar dari Samsung dan LG atau perusahaan lainnya akan menjadi kompatibel melalui protokol komunikasi ini.

Platform AllJoyn, yang dikembangkan oleh Qualcomm, kini menjadi sebuah proyek kolaboratif dari AllSeen Alliance, yang memiliki sekitar 50 anggota termasuk LG Electronics, Panasonic dan Sharp.

"Kami sedang mempertimbangkan (apakah akan bergabung dengan aliansi itu)," kata Oh Ji-sung, principal engineer dari Samsung Electronics Digital Media & Communications Center, menyusul diadakannya konferensi IoT pada hari Rabu kemarin. Untuk kompatibilitas dari berbagai merek di pasar rumah pintar, "standardisasi diperlukan," tambahnya.

Qualcomm terdengar lebih berhati-hati dalam menanggapi masalah ini. "Kita tidak bisa menentukan alasan (mengapa Samsung masih belum bergabung). Namun, itu bukan teknis tetapi masalah bisnis," kata sumber dari Qualcomm yang menolak untuk diidentifikasi.

Menurut pengemat industri, hal ini karena Samsung Electronics, pemain dominan di pasar perangkat pintar global, elektronik dan peralatan rumah tangga, ingin membangun platform IoT sendiri yang menguntungkan untuk produk-produknya.

Samsung saat ini sedang mengembangkan platform serupa yang disebut Samsung Architecture for Multimodal Interactions, atau SAMI.

Pada Oktober lalu, Samsung mempekerjakan Luc Julia, engineer yang dulu mengawasi perkembangan teknologi Siri di Apple, untuk mengepalai proyek SAMI dalam kemitraan dengan sekitar 50 perusahaan di Open Innovation Center di Silicon Valley.

"Melalui SAMI, data dalam perangkat apapun dapat disampaikan dalam bentuk aslinya," kata Luc Julia selama konferensi MEMS Executive Congress 2013 yang diadakan di California pada November lalu. "Orang-orang akan memanfaatkan data yang lebih nyaman melalui perangkat yang beragam," katanya, memberikan petunjuk bahwa perusahaan bertujuan untuk membuat platform standar industri di pasar IoT masa depan.

(Untuk lebih jelasnya baca artikel: Pimpinan Apple Siri kini membangun platform konvergensi untuk Samsung)

"Untuk teknologi software, Samsung telah lama mengandalkan mogul teknologi lain seperti Google. Selama mereka menginginkan untuk memiliki platform software sendiri, kemungkinan untuk bergabung dengan aliansi Qualcomm sangat kecil," kata seorang analis yang tidak mau disebutkan namanya.

Samsung baru-baru ini bergerak menjauh dari sistem Android dari sekutu lama mereka, Google, untuk beralih ke sistem operasi sendiri, TIZEN. Samsung Electronics dikabarkan akan menggunakan OS TIZEN untuk semua peralatan elektronik dan rumah tangga yang pintar baru termasuk unit Gear Blink baru, yang diharapkan akan diresmikan pada acara teknologi IFA 2014 pada bulan September ini di Berlin, Jerman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar