Senin, 03 Maret 2014

Mengapa Samsung membuang Android di Wearable Device? Ini alasannya

Galaxy Gear (kiri) dan Gear 2

Samsung akan merilis dua jam tangan pintar (smartwatch) baru pada bulan April mendatang, masing-masing Gear 2 dan Gear 2 Neo, sekuel dari Galaxy Gear yang meluncur pada musim gugur yang lalu. Tapi Samsung membuat langkah tak terduga dalam versi baru ini dengan meninggalkan Android untuk digantikan dengan TIZEN. Apa alasannya?

Samsung memiliki alasan resmi mengapa mereka beralih ke TIZEN: daya tahan baterai dan kinerja. Drew Blackard, Direktur Perencanaan Produk di Samsung Electronics America, mengatakan kepada Business Insider dalam sebuah wawancara di Mobile World Congress (MWC) 2014 kemarin di Barcelona bahwa Gear baru bisa mendapatkan hingga tambahan dua hari daya tahan baterai dengan menjalankan TIZEN, meskipun memiliki baterai dengan kapasitas yang sama. Galaxy Gear yang berbasis Android hanya mampu melewati sampai satu hari pada satu kali pengisian ulang.

Android tidak dioptimalkan untuk berjalan pada wearable device seperti smartwatch, dan Blackard mengatakan Samsung tidak ingin menunggu Google untuk mengejar ketinggalan mereka. Dengan menggunakan TIZEN, Gear 2 dan Gear 2 Neo yang memiliki prosesor lebih cepat dan baterai yang memiliki kapasitas lebih kecil bisa bertahan hingga 3 hari untuk satu kali pengisian ulang.

"Saat ini, Android tidak dioptimalkan sebagai platform wearable," kata Blackard. "Sementara itu, Samsung telah bekerja pada TIZEN untuk waktu yang lama."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar