Rabu, 19 Februari 2014

Samsung mulai tinggalkan Android di era Internet of Things


Karena teknologi wearable device mulai lepas landas di era Internet of Things (IoT), Samsung berharap untuk tidak akan lagi mengulangi kesalahan yang sama dengan memberikan dorongan buat sistem operasi Android milik Google di pasaran seperti yang mereka lakukan sebelumnya untuk produk smartphone dan tablet. Pasar IoT sendiri diperkirakan akan mengalahkan smartphone pada tahun 2015.

Versi terbaru dari smartwatch buatan Samsung akan berjalan pada OS TIZEN, bukan lagi Android. Menurut tiga orang sumber yang akrab dengan situasi ini kepada USA Today hari ini, Samsung akan berupaya lebih maksimal untuk mengembangkan lebih banyak produk yang berjalan pada software dan layanan buatan mereka sendiri. Masih menurut orang-orang ini, Samsung akan mengungkap smartwatch terbaru yang berjalan pada versi terbaru dari OS TIZEN, di sebuah acara di Mobile World Congress (MWC) pada akhir bulan ini di Barcelona. Mereka tidak ingin diidentifikasi karena rencana Samsung ini belum menjadi konsiumsi publik.

Versi pertama dari smartwatch Galaxy Gear, yang diluncurkan tahun lalu, berlari pada OS Android yang saat ini mendominasi pasar smartphone. Menggantikan Android dengan TIZEN untuk versi baru dari smartwatch ini menunjukkan bahwa Samsung ingin menggunakan TIZEN untuk perluasan pasar baru diluar smartphone yang sudah mulai menurun.

Samsung juga berusaha untuk menghindari memberikan Google terlalu banyak kekuasaan, karena perusahaan iklan terbesar di dunia ini juga mengembangkan versi Android untuk wearable device. Beberapa pengembang dan pembuat hardware khawatir bahwa versi OS Android untuk wearable device kurang terbuka dibandingkan dengan platform untuk smartphone. Dengan memiliki sistem operasi sendiri untuk wearable device, selain bisa dengan mudah dalam mengontrol perkembangannya, Samsung juga bisa menghasilkan lebih banyak pendapatan dari software dan layanan sendiri.

"Samsung berusaha untuk melindungi kepentingan jangka panjang mereka sendiri, dengan tidak memperkuat kamp Android Google sambil membangun kamp mereka sendiri di sekitar TIZEN," kata Stuart Richens, wakil presiden media digital di Network Communications, yang memiliki Apartment Finder, aplikasi mobile yang membantu orang melacak tempat terbaik untuk hidup mereka.


Sistem operasi smartwatch Gear terbaru akan menjadi versi HTML5 dari TIZEN, menurut dua orang yang akrab dengan situasi ini. Ini berarti Samsung dapat menarik pengembang web yang lebih banyak untuk mengembangkan aplikasi baru untuk smartwatch mereka. Versi HTML5 dari TIZEN mungkin adalah penerapan dari TIZEN Mobile Lite, yang diperuntukkan untuk perangkat TIZEN dengan spesifikasi hardware yang tidak terlalu tinggi yang sekiranya cocok untuk perangkat seperti smartwatch. Dan wearable device sudah diumumkan sebagai salah satu perangkat yang didukung oleh TIZEN.

"Versi dari TIZEN yang menjalankan Gear mungkin akan berbeda," kata Richens. "Kita bisa mengembangkan aplikasi non-native untuk TIZEN." Menurut Richens, pihaknya menggunakan PhoneGap untuk membuat aplikasi mobile berbasis web untuk TIZEN.

"Jika Samsung merilis perangkat TIZEN lebih banyak, itu berpotensi memberikan kesempatan yang besar," kata Richens. "Jika mereka ingin melangkah di jalan besar, kita ingin memastikan bahwa kita juga berada di sana lebih awal."

Langkah Samsung untuk mulai meninggalkan OS Android di era IoT mungkin tidak sendirian, karena perusahaan elektronik konsumen terbesar lainnya seperti LG Electronics dan Panasonic juga mulai melakukan hal yang sama. LG misalnya telah menggunakan webOS yang juga berbasis HTML5 untuk Smart TV dan digital signage, serta berencana menggunakannya juga di smartphone dan tablet.


Sumber USA Today via Engadget

Tidak ada komentar:

Posting Komentar