Sabtu, 15 Februari 2014

Samsung ingin mengambil pasar konsol game?


Sebuah dokumen presentasi berjudul "Introducing Samsung Multi-Screen Gaming Platform" dari Alan Queen, Senior Director dari Innovation Lab di Samsung Electronics, yang disampaikan saat berlangsungnya Samsung Developers Conference pada bulan Oktober yang lalu memberikan sedikit wawasan tentang strategi Samsung untuk masuk dalam bisnis konsol game.

Dalam beberapa slide presentasi dari Alan Queen menunjukkan ambisi gaming Samsung yang menargetkan kelompok konsumen yang disebut "Console Skeptics," yaitu pemilik konsol saat ini yang belum tentu tertarik untuk mengupgrade ke konsol generasi berikutnya. Queen mengutip sebuah survei yang dilakukan pada bulan September 2012 terhadap lebih dari 1.000 "konsumen video game" asal Amerika, dan mengklaim 57 persen dari mereka yang disurvei jatuh ke apa yang disebut "Console Skeptics," jauh melebihi 42 persen yang dibagi rata antara segmen "Casual Gamers" dan "Next-gen console buyers." Queen percaya Console Skeptics yang "kurang dilayani oleh konsol," karena "harga dari game" dan "ketidaknyamanan" sebagai hambatan untuk konsol game buat Console Skeptics.

Presentasi dari Queen ini kemudian berfokus pada dua layanan yang dihadirkan oleh Samsung Games: Samsung Mobile Console dan Samsung Multi-Screen. Samsung Mobile Console - launcher untuk pusat game smartphone dan katalog game yang bisa dimainkan diluncurkan pada bulan Desember yang lalu bersamaan dengan perilisan Samsung gamepad - bisa dimainkan di TV seperti konsol game lainnya dengan controller yang terkoneksi melalui Wi-Fi atau HDMI.

Menurut presentasi, target audiens untuk Samsung Mobile Console adalah "di atas mid-core gamers" yang "Console Skeptics" dan memiliki smartphone Samsung. Queen mengatakan layanan ini - yang bisa merubah perangkat mobile Samsung menjadi konsol game - termasuk dalam kategori produk MicroConsole seperti misalnya OUYA, Green Throttle, Game Stick atau Shield.

Dalam presentasinya, Queen juga mengklaim bahwa layanan Samsung Multi-Screen, yang diumumkan di pameran International Consumer Electronics Show (CES) 2014 bulan lalu akan dirilis pada kuartal keempat tahun ini. Samsung Multi-Screen memungkinkan "Samsung TV [menjadi] perangkat yang setara dengan konsol game," dan pemain game akan dapat mengendalikan game mereka dengan baik melalui gamepad fisik atau virtual.

Queen mengatakan Smart TV Samsung akan memiliki dukungan pengembangan aplikasi native melalui Unity, dan jalur pembangunan yang terpadu akan memungkinkan para pengembang (yang menggunakan tool dari Unity) untuk bisa merilis proyek yang sama untuk baik smartphone Samsung dan Smart TV. Juga, dengan memasangkan gamepad dengan smartphone Samsung akan memungkinkan jenis pengelaman multi-screen seperti Nintendo Wii U, di mana layar smartphone dapat berfungsi sebagai peta atau inventory.

Samsung Games ada di demo Samsung Z9005
oleh Yuya Adachi
Di pusat kedua layanan gaming Samsung adalah sebuah platform dan etalase yang diberi nama Samsung Gaming Service, yang diperkenalkan oleh Queen untuk pengembang sebagai "platform gaming TV yang terbuka" dengan "pengembangan yang menghabiskan biaya murah" dan kebebasan bagi pengembang untuk menetapkan harga dan monetisasi seperti yang mereka inginkan. Queen memproposisikan keuntungan buat konsumen adalah mudah digunakan, sebuah platform sederhana yang digunakan untuk mengakses "Exclusive TV games" pada "kisaran harga bervariasi, termasuk free-to-play."

Untuk bisa menggunakan layanan ini, pengguna harus memiliki akun Samsung Games. Slide lain mengisyaratkan kemungkinan untuk mendukung permainan multi-player secara cross-platform dan sinkronisasi data melalui cloud.

Saat berlangsungnya pameran Mobile World Congress (MWC) 2014 di Barcelona, Samsung kembali akan mengadakan Samsung Developer Day 2014 pada tanggal 26 Februari 2014. Dalam acara untuk pengembang ini, Samsung kembali akan memperkenalkan Samsung Multiscreen SDK, Samsung Game Platform dan Group Play SDK.


Via Kotaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar