Senin, 17 Februari 2014

Baidu akan jadikan TIZEN sebagai sarana pertumbuhan baru


Pada hari Kamis kemarin, Tizen Association mengumumkan tambahan 15 mitra baru yang bisa menambahkan suara dan keahlian mereka untuk pengembangan Sistem Operasi (OS) TIZEN. Baidu, raksasa internet China yang memiliki jalur bisnis seperti Google, merupakan salah satu nama yang disertakan. Ini menunjukkan bahwa Baidu telah mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk membangun kehadirannya pada perangkat mobile dan pertumbuhan bisnis berikutnya di era Internet of Things (IoT) di mana mereka menghadapi persaingan ketat dari Qihoo.

Baidu adalah salah satu di antara beberapa perusahaan China yang bekerja sama dengan Samsung pada OS TIZEN dan layanan cloud. Baidu sebelumnya telah membangun aliansi dengan Samsung Electronics untuk menyediakan layanan data mobile dan penyimpanan berbasis cloud lewat "Baidu Cloud" bagi pengguna perangkat Samsung di China. Mereka juga berencana untuk meluncurkan perangkat mobile bersama bekerjasama dengan operator seluler lokal.

Walaupun OS Android digunakan oleh sebagian besar smartphone di China, namun pada dasarnya Google terisolasi dari pasar China karena kebijakan pemerintah lokal. Hal ini menyisakan banyak layanan dan toko aplikasi Android milik perusahaan pihak ketiga buat pengguna Android lokal untuk menemukan aplikasi dan game favorit mereka. 360 Mobile Assistant milik Qihoo dan 91 Wireless yang baru saja diakuisisi oleh Baidu pada bulan Juli 2013 masing-masing adalah toko aplikasi Android paling populer di China, diantara sekian banyak toko aplikasi lain yang terus bermunculan karena pasar mobile China yang relatif masih akan terus berkembang.

Untuk merebut pangsa pasar yang lebih luas, pada acara Baidu World di bulan Agustus 2013, Baidu memperkenalkan apa yang disebut "Site App," sebuah model distribusi baru untuk aplikasi mobile yang bisa membantu pengembang internasional untuk bisa lebih mempromosikan aplikasi mereka di pasar smartphone terbesar di dunia. Site App ini pada dasarnya adalah aplikasi web atau HTML5 dimana pengguna bisa langsung menggunakannya di perangkat mereka tanpa harus menginstalnya terlebih dahulu.

Baidu sebelumnya juga telah memiliki platform software untuk smartphone yang diberi nama Baidu Yi, hasil modifikasi dari Android. Namun dengan semakin ketatnya Google mengontrol Android membuat banyak perusahaan China mulai mengalami kesulitan dalam memodifikasi dan menghadirkan perangkat Android terbaru versi mereka sendiri. Dan TIZEN bisa menjadi alternatif yang kuat, karena selain bersifat free dan open source, juga mendukung aplikasi berbasis web dan juga dimungkinkan untuk bisa menjalankan aplikasi Android.

Baidu mungkin ingin mulai membangun posisi yang kuat di TIZEN, dalam rangka untuk membuat produk-produknya menjadi elemen default untuk perangkat mobile dari produsen tertentu. Hal ini akan membantu meningkatkan pangsa pasarnya baik untuk pencarian internet dan pengunduhan aplikasi. Ini adalah pendekatan yang telah diambil oleh Google melalui Android, dan mereka kemudian berhasil menguasai 93,3% pendapatan yang berasal dari pencarian mobile di Amerika Serikat pada tahun 2012. Bekerja sama dengan produsen handset yang tergabung dalam Tizen Association, seperti Samsung, Huawei, dan ZTE, akan memperkuat kemampuan mereka untuk meraih pangsa pasar di pasar yang China yang terfragmentasi.

Masuknya Baidu sebagai salah satu pendukung dari OS TIZEN sebenarnya bisa diprediksi sejak jauh-jauh hari, terutama setelah kunjungan pendiri Baidu Robin Li (Li Yan-hong/李彦宏) ke markas Samsung Electronics di Korea pada bulan Mei 2013. Robin Li kala itu secara khusus menyempatkan diri mengunjungi Media Solution Center (MSC) di Seocho, Seoul. MSC seperti yang kita ketahui adalah divisi dari Samsung Electronics yang bertanggung jawab dalam pengembangan software dan konten, termasuk juga OS TIZEN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar