Senin, 06 Januari 2014

Samsung akan terjun dalam bisnis kendaraan lewat TIZEN setelah pasar smartphone high-end mulai menurun


Samsung Electronics, yang menjual hampir satu dari setiap tiga smartphone di dunia, ingin menjadi pemasok teknologi yang menjadi navigasi dan sistem hiburan pada mobil buat industri yang menghasilkan lebih dari 80 juta kendaraan per tahun. Samsung ingin mendorong bisnis diluar hardware mobile karena permintaan global untuk handset high-end terus melemah. Samsung menghadiri International Consumer Electronics Show (CES) 2014 di Las Vegas minggu ini bersama dengan beberapa produsen mobil untuk membicarakan kerjasama antar perusahaan.

Bisnis yang telah mencapai baterai dan peralatan rumah tangga hingga chip memori, kamera dan layar akan bisa digunakan oleh Samsung untuk menyediakan komponen yang bisa digunakan dalam mobil. Samsung telah bermitra dengan Intel dan Linux Foundation pada platform software open source TIZEN agar dapat dijalankan pada smartphone, tablet, TV dan sistem pada mobil, dan sejauh ini telah mengumpulkan minat dari produsen mobil kelas atas termasuk Jaguar Land Rover dan perusahaan otomotif terbesar di dunia Toyota Motor Corp.

"Di masa lalu, penumpang hanya menggunakan mobil untuk bergerak, tapi sekarang mereka ingin menikmati hiburan dan akses ke internet," kata Lee Seung Woo, seorang analis di IBK Securities Co di Seoul. "Ini seperti sebuah smartphone raksasa yang berjalan di atas roda."

Di antara penerapan yang diharapkan oleh Lee di masa depan dari Samsung adalah jendela yang terbuat dari panel layar transparan yang menyediakan tampilan peta dan informasi lainnya untuk orang-orang di dalam mobil sementara masih memungkinkan untuk visibilitas secara penuh. Menurut Lee, Samsung juga bisa menggunakan sensor untuk memantau kesehatan penumpang, untuk memilih musik yang bisa menyesuaikan mood pengemudi dan menganalisis lalu lintas dan menyarankan rute yang lebih baik.

Qualcomm, Intel

Samsung menolak mengomentari rencana mereka untuk sektor mobil, dalam sebuah pernyataan e-mail. Perusahaan saat ini terbuka untuk berkolaborasi dengan produsen mobil yang bisa diperluas untuk dapat mencakup sistem hiburan dan navigasi, kata Presiden Hong Won-pyo melalui e-mail pada bulan Oktober tanpa merinci lebih lanjut.

Otomotif telah ditetapkan menjadi sorotan tahun ini di CES, setelah produsen mobil terlihat ingin menarik perhatian konsumen dengan gadget baru di kabin kendaraan mereka. Tahun lalu, lebih dari 11.000 dari 150.000 peserta pada acara ini telah menggambarkan diri mereka telah terlibat dalam bisnis elektronik otomotif.

Dari sisi hardware, Samsung menghadapi persaingan dari produsen chip seperti Freescale Semiconductor yang secara historis telah menjadi pemasok industri otomotif dan relatif pendatang baru seperti Qualcomm, Nvidia dan juga Intel.

Penurunan Samsung

Qualcomm, yang chip radio mereka telah menjadi bagian dari layanan GM OnStar, dan Nvidia, yang memasok prosesor untuk mobil buatan Tesla Motors dan Lamborghini dari Volkswagen AG, berusaha untuk membawa elemen mereka yang sudah banyak digunakan di perangkat mobile untuk mobil. Intel, produsen prosesor terbesar untuk komputer personal (PC), telah menjadi pemasok buat Jaguar Land Rover dari Tata Motors dan Hyundai Motor.

Samsung berhasil membukukan rekor dalam jumlah handset yang mereka kirim pada tahun 2013 dan membukukan laba kuartalan tertinggi, namun saham mereka mengalami penurunan tahunan pertama dalam lima tahun di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di handset high-end dan persaingan sengit dengan Apple iPhone baru.

Nilai saham perusahaan, yang besok akan melaporkan laba kuartal keempat untuk thap awal, naik 0,9 persen menjadi 1.307.000 won di Seoul. Saham mereka turun 9,6 persen dalam enam hari perdagangan sebelumnya, sebuah kemerosotan yang menghapus sekitar $19 miliar dari nilai pasar, atau lebih dari kombinasi kapitalisasi pesaing smartphone mereka HTC, LG Electronics dan BlackBerry.

Semikonduktor mobil

Kapitalisasi pasar Samsung adalah sekitar $181 miliar, menjadikannya salah satu dari 30 perusahaan terbesar di dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Chairman Samsung Lee Kun Hee pada 2 Januari kemarin telah mendesak 236.000 karyawannya untuk segera bergerak dalam bisnis di luar hardware dan menciptakan teknologi, pasar dan praktek bisnis baru.

"Kita harus memberikan dorongan yang lebih besar untuk inovasi," kata Lee Kun-hee, orang terkaya di Korea Selatan, dalam pidato Tahun Barunya kepada karyawannya kemarin.

Samsung telah mengirim 81,2 juta smartphone pada kuartal ketiga, untuk penguasaan 31,4 persen dari pasar global, berdasarkan peneliti IDC pada bulan Oktober kemarin. Sementara Apple mengirimkan 33,8 juta untuk pangsa pasar 13,1 persen.

Produksi kendaraan global adalah sekitar 79,3 jta unit pada tahun 2013 dan akan mencapai 82,4 juta unit pada tahun ini, berdasarkan analisa dari Morgan Stanley dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 3 Desember kemarin. Menurut peneliti pasar IHS dalam laporan pada 9 September lalu, ntuk setiap mobil rata-rata berisi sekitar $330 untuk nilai semikonduktor yang digunakan pada tahun 2012, dibandingkan dengan nilai $200 pada tahun 2002.

Pada tahun 2020, akan ada sekitar 152 juta mobil yang tersambung ke internet di jalan, kata IHS Automotive dalam sebuah laporan per 19 November kemarin.

Software TIZEN

Sistem operasi Android dari Google telah mendukung pertumbuhan Samsung menjadi pembuat smartphone terbesar di dunia, dengan menyebarkan software pada perangkat dengan harga kurang dari $150 sampai lebih dari $900. Namun Samsung kini telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan termasuk Vodafone Group dan Huawei Technologies untuk mengembangkan TIZEN.

Samsung berencana untuk merilis smartphone pertama yang menampilkan OS TIZEN tahun ini.

"TIZEN adalah segala hal tentang pengembangan yang terbuka, platform terampil yang dapat mendukung berbagai perangkat," kata Mark Skarpness, direktur sistem engineering di Intel Open Source Technology Center, saat berada di Seoul pada bulan November kemarin. "Kami juga sudah bekerja untuk mendukung sistem infotainment di dalam kendaraan. Jadi, TIZEN akan benar-benar diadaptasi buat kebutuhan spesifik dari penggunaan otomotif."

Google sendiri baru saja mengumumkan Open Otomotif Alliance dalam posting blog hari ini, bekerja sama dengan beberapa produsen mobil untuk membawa Android ke sistem infotainment kendaraan bersama mitra termasuk GM, Honda Motor, Audi, Hyundai dan Nvidia. Sementara TIZEN didukung oleh Automotive Grade Linux (AGL) bentukan dari Linux Foundation dan GENIVI Alliance, dua konsorsium non-profit terbesar untuk pengembangan platform open source berbasis Linux buat sistem infotainmen di dalam kendaraan. Untuk saat ini jumlah perusahaan pendukung TIZEN jauh lebih banyak daripada Android untuk penggunaan pada mobil.

Sebelumnya Google telah menciptakan Open Handset Alliance (OHA) buat perusahaan pendukung Android untuk smartphone dan perangkat mobile lainnya. Namun semakin tinggi popularitas Android, Google mulai mengarahkan aliansi ini demi kepentingan bisnis mereka yang jauh dari kesan terbuka seperti di awal-awal pembentukan sehingga mendorong beberapa anggotanya untuk mencari alternatif dari Android.

Pertempuran paten

Ford Motor dan Microsoft telah bekerja sama untuk membuat MyFord Touch, yang mengikat mobil ke perangkat mobile dan memungkinkan untuk hal-hal seperti perintah suara.

Pesaing senegara Samsung, LG mengatakan pada bulan Juni kemarin bahwa mereka telah membentuk sebuah divisi komponen mobil.

Samsung, yang telah bertarung melawan Apple atas paten di ruang sidang di empat benua, sangat ingin menjadi lebih dikenal sebagai "inovator" daripada hanya sebagai "fast follower," sebuah reputasi yang telah menjadi beban setelah pembuat iPhone itu menuduh Samsung telah menyalin desain mereka tanpa malu-malu.

Samsung mengadaptasi teknologi yang ada untuk skala manufaktur yang sangat besar untuk menjadi produsen terbesar di dunia smartphone, chip memori dan TV. Samsung telah berhasil mengalahkan perusahaan-perusahaan penguasa pasar sebelumnya yang meliputi Apple, Sony, Panasonic dan Toshiba.

Dorongan terjun ke bisnis otomotif tidak dibantu oleh permulaan seperti Samsung menjadi pembuat mobil listrik seperti Tesla yang memiliki pabrik, jaringan dealer dan prosedur sudah di tempat, kata Shin Chung-kwan, seorang analis di KB Investment & Securities.

Saturasi Pasar High-End

"Gagasan bahwa perusahaan IT akan mampu mendominasi pasar mobil adalah murni imajinasi," kata Shin melalui telepon. "Anda perlu produksi dan manajemen mutu, Anda memerlukan keterampilan desain, Anda memerlukan jaringan dealer, dan Anda perlu menyiapkan logistik diantara masing-masing dan setiap bagian otomotif yang berlangsung di dalam mobil."

Setelah tingkat penetrasi smartphone sudah mendekati saturasi, tekanan besar saat ini dialami oleh Samsung untuk menemukan sumber-sumber pertumbuhan baru, terutama karena harga jual rata-rata smartphone juga telah bergeser turun. Karena mobil sekarang menjadi lebih tergantung pada sistem listrik mereka, ini memberikan kesempatan bagi Samsung, kata Park Hyun, seorang analis di Tongyang Securities di Seoul.

"Generasi mobil mendatang adalah segala sesuatu di dalam mobil yang akan dioperasikan dan diotomatisasi oleh sistem operasi dan sensor," kata Park. "Dalam hal ini, perusahaan teknologi dapat memiliki pengaruh lebih besar daripada perusahaan mobil tradisional. Samsung adalah sebuah perusahaan langka yang tidak hanya memiliki kompetensi dalam hal manufaktur, tetapi juga memiliki pengetahuan yang luas dalam hal komponen."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar