Rabu, 01 Januari 2014

10 tren teknologi di tahun 2014


Peningkatan popularitas wearable device dan penggunaan Big Data di era "Internet of Things" adalah dua kecenderungan yang akan membentuk tren di industri elektronik, informasi dan telekomunikasi di tahun 2014. Berikut ini adalah ringkasan dari 10 tren yang mungkin membawa perubahan signifikan bagi kehidupan kita tahun ini.

1. Munculnya era wearable device

Produk Galaxy Gear dari Samsung Electronics mungkin masih memiliki banyak kekurangan, seperti baterai yang hanya bisa bertahan selama 25 jam, namun itu tidak menyurutkan popularitas dari gadget ini sehingga bisa terjual tidak kurang dari 800.000 unit di seluruh dunia sejak rilis pada bulan September. Beberapa analis mengatakan berapapun unit Galaxy Gear yang terjual Samsung Electronics akan tetap diapresiasi sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi yang besar dalam mengantarkan era wearable device di tahun 2014.

Banyak perusahaan teknologi diharapkan juga akan menelurkan inovasi masing-masing untuk wearable device tahun ini. Google yang tahun lalu telah mengembangkan kacamata pintar Google Gass, akan mengikuti dengan model wearable device lainnya tahun ini. Apple juga akan mengikuti Samsung dengan meluncurkan smart watch versi mereka yang disebut iWatch. Sony yang telah dua kali meluncurkan smart watch kemungkinan juga akan hadir dengan versi yang lebih baru lagi dengan beberapa perbaikan dan peningkatan fitur.

Tantangan nyata untuk wearable device tahun ini adalah apakah mereka dapat memberikan daya tarik yang unik serta hardware yang lebih handal. Produk smart watch yang telah dirilis saat ini hampir semuanya memiliki fungsi yang sudah tersedia pada smartphone.

2. Penggunaan Big Data

McKinsey Global Institute memilih Big Data sebagai salah satu dari lima mesin pertumbuhan untuk masa depan. Tapi tidak seperti mesin pertumbuhan ekonomi tradisional, Big Data difokuskan pada mengurangi biaya sosial dan ekonomi. Sebuah penelitian menunjukkan, dengan penggunaan Big Data, produktivitas dapat ditingkatkan dengan 0,5 persen menjadi 1 persen dari level saat ini, sebuah penelitian menunjukkan. Compuware, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Amerika Serikat, juga memilih meningkatnya aplikasi penggunaan Big Data sebagai salah satu dari lima tren IT teratas untuk tahun 2014.

Big Data sudah terbukti akurasinya, karena semakin lama sumber daya manusia tidak akan bisa menangani volume data yang terus meningkat. Big Data saat ini juga dapat diterapkan melalui penggunaan luas, dan membuka data ke publik juga penting untuk membuatnya lebih besar dan lebih dapat diandalkan untuk dianalisa.

3. 3D printing

3D printing, proses pembuatan obyek benda tiga dimensi yang sebelumnya dibentuk melalui model digital, diperkirakan akan memasuki era komersialisasi tahun ini. Dengan 3D printing, produsen dapat membuat berbagai produk dalam jumlah kecil karena mereka tidak perlu cetakan mahal untuk proses manufaktur nya.

China telah menjadi pabrik dunia, hampir semua benda saat ini diproduksi secara massal di China, sehingga beberapa negara-negara maju berusaha untuk membedakan diri dengan produk yang bisa disesuaikan dengan mudah. Untuk memenuhi permintaan konsumen tertentu dan mitra mereka, beberapa perusahaan dari negara maju ini mulai tertarik dalam teknologi 3D printing, terutama di bidang teknologi otomotif, kedokteran, bioteknologi dan astronomi.

4. Ancaman terhadap privasi dan keamanan

Privasi telah menjadi sumber kekhawatiran utama pengguna perangkat telekomunikasi di tahun 2013, setelah rincian program mata-mata rahasia milik National Security Agency (NSA) dibocorkan oleh mantan pegawai CIA Edward Snowden yang menjadi kontraktor untuk NSA. Tindakan NSA yang awalnya untuk memantau aktivitas warga Amerika Serikat kemudian berkembang menjadi memburuknya hubungan luar negeri Amerika Serikat dengan beberapa negara di Eropa dan dunia.

Didorong oleh adopsi BYOD dan tablet untuk enterprise, keamanan di perangkat mobile atau mobile security akan menjadi salah satu tren besar tahun depan. McAfee memprediksi bahwa mobile security akan menjadi prioritas dari industri perbankan di 2014. Dan tanggung jawab untuk keamanan akan bergeser dari pengguna ke produsen dengan bermunculannya solusi keamanan mobile baru seperti Knox dari Samsung.

5. Dukungan 4G/LTE menjadi jualan utama produsen handset dan operator

Korea saat ini menjadi yang terdepan dalam hal proporsi pelanggan LTE: Lebih dari 40 persen pengguna internet di Korea menggunakan LTE pada Maret 2013, sementara hanya 15 persen dari Amerika Serikat dan 11 persen dari Jepang menggunakan standar terbaru ini. Tahun depan, pengguna LTE akan semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya operator dunia yang mulai menerapkan teknologi ini, seperti yang terbaru oleh China Mobile yang merupakan operator terbesar dunia dengan 760 juta pelanggan.

Beberapa operator anggota Tizen Association seperti NTT DoCoMo, SK Telecom dan LG U+ telah menjadi pelopor dalam penerapan jaringan LTE tercepat yang dokenal dengan layanan LTE-A. Smartphone TIZEN pertama dari Samsung juga akan mendukung jaringan LTE.

6. Internet of Things

"Internet of Things" diharapkan akan menjadi revolusi keempat dalam era digital, menyusul revolusi yang dibawa oleh personal computer, internet dan smartphone. Para ahli percaya bahwa hal itu akan mengarah pada "Internet of Everything," yang memiliki singkatan sendiri, IOE, dengan sensor dan jaringan yang tertanam dalam hal-hal di sekitar kita. Wearable device hanya salah satu bagian dari fenomena tersebut.

Menurut penelitian, IoE akan menciptakan nilai ekonomi senilai $13,7 milyar atau sekitar 166 triliun selama 10 tahun ke depan.

Sebagai platform software baru, TIZEN bisa memposisikan diri dengan cara yang membuatnya berdiri terpisah dari Android dan Apple iOS: Sebagai OS untuk "Internet of Things." Dalam skenario ini, produsen elektronik seperti Samsung, Panasonic dan Sharp bisa menanamkan TIZEN di televisi, peralatan dapur dan banyak perangkat "pintar" lainnya yang bisa berkomunikasi satu sama lain.

7. Evolusi komputasi awan

Konsep komputasi awan atau cloud computing, yang memberikan pengguna sebuah mobilitas dan efisiensi dengan menyimpan data dan file mereka di Internet untuk berbagi dengan mudah, muncul di industri IT sekitar lima tahun yang lalu dan sejak saat itu telah menjadi isu besar dari dunia IT setiap tahunnya. Cloud computing saat ini bergerak melampaui era awal dan mulai matang. Hal ini tidak lagi menjadi masalah apakah tetapi ketika perusahaan akan menerimanya.

Munculnya era Internet of Things akan menjadi pendorong utama buat semua perusahaan untuk mulai membangun infrastruktur cloud yang handal agar bisa segera mengadopsi dan mengkomersialkannya, karena komputasi awan sekarang tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan besar tapi juga pengguna pribadi.

8. TV dan konten UHD

Ultra High Definition (UHD) TV memiliki minimal dua kali resolusi standar dari High Definition (HD) TV. Pasar UHD TV saat ini hanya sekitar 0,3 persen dari pasar TV global, namun produk jenis ini diharapkan untuk bisa merebut pangsa pasar 8,8 persen pada tahun 2017. Produsen TV global telah gencar mengkampanyekan TV jenis ini buat konsumen mereka masing-masing, walaupun konten media yang memiliki resolusi UHD masih jarang ditemui. Hal ini karena harga untuk HD TV dan 3D TV mulai mengalami penurunan.

Acara empat tahunan Piala Dunia 2014 akan menjadi pengujian untuk pertumbuhan konten UHD. Dan penyedia konten Over-the-Top (OTT) termasuk Netflix, YouTube dan Hulu akan cenderung lebih diuntungkan dengan era ini daripada penyedia layanan broadcast tradisional melalui kabel dan satelit. ABI Research memperkirakan bahwa pasar video OTT akan tumbuh dari $8 miliar pada tahun 2012 menjadi lebih dari $20 milyar pada tahun 2015.

9. 3D semikonduktor

Produsen chip global terkemuka secara luas menanggapi 3D semikonduktor sebagai teknologi generasi berikutnya. Chip NAND 3D adalah jenis teknologi penyimpanan non-volatile yang tidak memerlukan daya untuk mempertahankan data. Tidak seperti chip flash konvensional, chip dengan teknologi 3D memiliki keuntungan dari mengurangi biaya pembuatan dan untuk menjamin kepadatan. Konsep ini sederhana, daripada meletakkan sel datar di permukaan, densitas yang lebih tinggi dapat dicapai dengan menumpuk mereka di atas satu sama lain.

Saat ini, DRAM adalah produk unggulan dari pasar chip memori, tetapi NAND flash diperkirakan akan mengambil alih DRAM pada awal 2015. Flash 3D, yang saat ini menyumbang hanya satu persen dari NAND Flash, diperkirakan akan tumbuh dengan cepat.

Samsung mengatakan bahwa chip NAND 3D akan menjadi mainstream di industri dalam dua atau tiga tahun ke depan. Itu juga berarti konsumen dapat membeli smartphone, tablet dan perangkat digital lainnya dengan penyimpanan data yang lebih besar tetapi juga dengan harga yang lebih murah.

10. Sistem operasi berbasis HTML5

TIZEN akan memulai debutnya melalui produk komersial pertama di tahun 2014, menyusul sebelumnya Firefox OS dan Chrome OS sebagai sesama sistem operasi berbasis HTML5. Pelopor OS berbasis HTML5, WebOS, juga kaan dihidupkan kembali oleh LG Electronics untuk Smart TV di awal 2014. OS lama seperti Microsoft Windows, BlackBerry 10 juga telah mengumumkan dukungannya buat aplikasi berbasis HTML5.

"Operator akan memberikan dukungan buat OS berbasis HTML5 karena secara fundamental akan memungkinkan handset murah untuk diproduksi," kata Michael Morgan, analis di ABI Research, New York. "Ini mungkin sebuah OS ketiga yang tidak tertutup seperti iOS atau Android yang akan memberikan mereka lebih banyak kontrol atas perangkat."

Di era internet mobile, komputasi awan, dan Internet of Things, HTML5 adalah bahasa pemrograman dan aplikasi paling relevan yang bisa digunakan karena sifatnya yang lintas platform, terbuka, serta didukung melalui standar industri yang luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar