Jumat, 29 November 2013

Orang terkaya Asia ingin mempertaruhkan uangnya untuk Tizen?

Chairman Samsung Lee Kun-hee (kiri) ketika bertemu dengan Li Ka-shing di Hong Kong

Orang terkaya di Asia Li Ka-shing (李嘉诚) baru-baru ini memprediksi akan munculnya sistem operasi mobile ketiga, yang memicu spekulasi bahwa dia kemungkinan besar akan bekerja sama dengan Samsung Electronics untuk membantu mengembangkan platform Tizen.

Li Ka-shing yang kini berusia 85 tahun sering disebut sebagai ikon bisnis Hong Kong karena kecakapan bisnis dan track record nya yang luar biasa dalam membaca tren yang akan booming dengan tepat. Kerajaan bisnisnya, Hutchison Whampoa Ltd dan Cheung Kong Holdings, membentang dari telekomunikasi ke pelabuhan dan hotel. Hutchison beroperasi di 52 negara dan mempekerjakan sekitar 270.000 staf di seluruh dunia.

Li Ka-shing juga telah membuat sejumlah investasi dengan profil tinggi di perusahaan-perusahaan teknologi di masa lalu, terutama ketika mengakuisisi $60 juta kepemilikan saham di Facebook Inc pada tahun 2007 melalui perusahaan investasi teknologi milik pribadinya yang disebut Horizons Ventures. Perusahaan investasi ini juga telah berinvestasi di layanan penyedia musik streaming Spotify Ltd, perusahaan penyedia layanan sosial untuk navigasi dan trafik lalu lintas Waze yang berbasis di Tel Aviv (yang baru-baru ini diakuisisi Google dengan nilai tinggi), dan aplikasi pembaca berita Summly.

Ketika ditanya tentang peluang investasi teknologi yang akan datang dan bagaimana cara untuk bisa menemukan investasi yang tepat, Li mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Economic Daily News dari China yang kemudian dikutip oleh The Wall Street Journal: "Saya menikmati dengan terus mengikuti tren teknologi terbaru. Saya juga dapat memberitahu Anda bahwa selain (Apple) iOS dan Android, sistem operasi mobile baru akan datang ke pasar segera."

Juru bicara dari perusahaan Hutchison miliknya secara terpisah membenarkan pernyataan dari bos besar mereka ini, tetapi menolak untuk mengomentari nama sistem operasi baru dan potensi kerjasama dengan Samsung. Samsung juga menolak memberikan komentar.

Meskipun Li Ka-shing tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang sistem operasi mobile baru ini, namun banyak yang menafsirkan pernyataan ini dengan keterkaitan kepentingan Li Ka-shing dalam Tizen. Li Ka-shing dikenal memiliki hubungan yang baik dengan Samsung. Pada 11 September 2012, Li Ka-shing bertemu dengan Chairman Samsung Lee Kun-hee di Hong Kong dan mereka mendiskusikan cara untuk memperdalam kemitraan mereka di bidang konstruksi dan telekomunikasi, termasuk handset dan teknologi nirkabel generasi berikutnya. Dalam pertemuan ini, Jay Lee (Lee Jay-yong) putra dari Lee Kun-hee dan Vice Chairman dari Samsung Electronics juga ikut hadir.

Dalam pertemuan ini, Lee Kun-hee menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya karena Samsung Electronics telah terpilih sebagai pemasok BTS eksklusif untuk jaringan LTE yang saat ini sedang dipasang oleh H3G, anak perusahaan dari Hutchison Whampoa, di Inggris. Hutchison Whampoa mengoperasikan operator seluler di Inggris dan melalui kontrak dengan Samsung masuk ke pasar jaringan LTE Eropa untuk pertama kalinya.

Unit jaringan telekomunikasi milik Li Ka-shing melalui operator 3 telah melayani sekitar 76 juta pengguna di pasar global termasuk Italia, Inggris Swedia, Austria, Irlandia dan Hong Kong. Group operator 3 telah membawa smartphone Samsung secara global, selain juga iPhone dari Apple.

Tizen melalui Tizen Association sendiri telah didukung oleh vendor smartphone terbesar dari Asia, Samsung Electronics dan Huawei, operator telekomunikasi terbesar di Asia, antara lain NTT DoCoMo dan SK Telecom, dan puluhan perusahaan software, hardware dan ISV lainnya dari Asia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar