Sabtu, 02 November 2013

KitKat membuat semua perangkat Android menjadi Google Phone


Melalui Android 4.4 atau KitKat, Google telah mengadopsi strategi Facebook Home untuk mengubah semua perangkat Android menjadi Google Phone (sama dengan tujuan untuk Facebook Phone). Facebook mengambil aplikasi Android normal mereka dan mencangkokkan sebuah aplikasi launcher ke atasnya - yang bisa mengganti home screen pada Android dengan segala sesuatu yang berputar di sekitar Facebook.

Salah satu fitur utama dari Android 4.4 adalah perubahan home screen dan aplikasi launcher. Selain ikon yang lebih besar, lebih transparan, dan app drawer, juga integrasi yang sangat kuat dengan Google Search dan Google Now. Saat mengembangkan KitKat, Google telah membuat keputusan yang sangat menarik: aplikasi Google Search sekarang tidak hanya berupa potongan UI di home screen, tetapi Google telah menghilangkan semua aplikasi sebelumnya dan mengganti semua fungsi home screen ke aplikasi Google Search.

Wallpaper menjadi update foto dan status dari teman Anda, dan notifikasi Facebook menjadi pemberitahuan utama. Semuanya dirancang agar Anda bisa menggunakan Facebook sebanyak mungkin. Dengan KitKat, Google bekerja menuju ide yang serupa. Google mengambil aplikasi pencarian mereka dan memberikannya wallpaper, home screen, dan app drawer, menjadi hal pertama yang Anda lihat ketika Anda membuka Nexus 5.

Ini bukan satu-satunya yang telah dirombak oleh Google dalam KitKat. Layar dialer (panggilan telepon) dan panggilan masuk sekarang secara otomatis melakukan pencarian Google untuk informasi nomor telepon, dan Google baru saja meluncurkan "App Indexing," sebuah cara untuk secara langsung membuka hasil pencarian di aplikasi yang sesuai dari Google Search.

Update Android sudah mulai melambat, karena mungkin Google lebih sibuk melakukan transformasi bertahap untuk menjadikan perangkat Android menjadi Google Phone. Sama seperti Facebook, Google ingin mengubah cara Anda menggunakan ponsel Anda dari perangkat yang berpusat di sekitar aplikasi menjadi perangkat yang berputar di sekitar produk inti dari Google.

Tapi tidak seperti Facebook, Google memiliki basis instalasi dan pengaruh terhadap produsen perangkat atau OEM Android seperti Samsung, Huawei, LG, Sony maupun HTC untuk mewujudkannya. Jadi jika OEM ingin menggunakan setiap aplikasi Google di perangkat Android, mereka juga perlu untuk menfungsikan semua aplikasi Google, sehingga 'Google Home' mau tidak mau terpaksa akan disertakan pada setiap perangkat Android mereka.

Google Home ini belum tentu akan diaktifkan secara default pada perangkat seperti misalnya smartphone Galaxy dari Samsung. Tapi jika Samsung atau OEM lainnya ingin secepatnya mengupdate versi Android terbaru pada perangkat mereka dan menggunakan salah satu aplikasi Google, misalnya Play Store, maka tidak ada jalan lain selain mengaktifkan Google Home. Mereka bisa menghindari situasi ini jika bisa menggantikan setiap aplikasi Google di Android, atau memfork Android seperti misalnya yang dilakukan oleh Amazon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar