Minggu, 10 November 2013

Dua pergi, kini tersisa 10 perusahaan yang menjadi anggota Tizen Association


Sekarang jumlah anggota Tizen Association turun menjadi 10 dari sebelumnya 12 perusahaan. Produsen elektronik asal Jepang Panasonic dan operator telekomunikasi asal Amerika Serikat Sprint hari ini memutuskan keluar dari keanggotaan "Board of Directors" dari Tizen Association, sehingga menyisakan Fujitsu, Huawei, Intel, KT, LG U+, NTT DoCoMo, Orange, Samsung, SK Telecom dan Vodafone.

Samsung dan Intel selain menjadi anggota TIZEN Technical Steering Group (TSG) yang bertanggung jawab dalam pengembangan platform TIZEN, bersama-sama dengan Huawei dan Fujitsu menjadi tulang punggung dari sisi pembuat chip komponen dan handset TIZEN di Tizen Association. Sementara operator telekomunikasi seperti NTT DoCoMo, SK Telecom, KT, LG U+, Orange dan Vodafone akan bertanggung jawab dalam hal distribusi produk TIZEN untuk pasar domestik di Korea Selatan, Jepang dan Eropa barat.

Walaupun memiliki dukungan dari produsen smartphone terbesar No.1 (Samsung Electronics) dan No.3 (Huawei), namun keluarnya Panasonic dan sebelumnya NEC cukup berpengaruh dalam penyebaran dan variasi handset TIZEN yang kompetitif di pasaran nantinya, terutama untuk pasar di Jepang. Namun hal ini tidak bisa dihindari, mengingat sebelumnya baik Panasonic dan NEC telah menyatakan akan meninggalkan bisnis smartphone karena tidak mampu lagi bersaing dengan kompetitor lainnya dan bisnis smartphone sudah tidak bisa mendatangkan keuntungan lagi buat mereka.

Yang paling disesalkan adalah keluarnya Sprint, salah satu operator telekomunikasi yang berbasis di Amerika Serikat yang sebelumnya sangat diharapkan untuk bisa mendistribusikan perangkat TIZEN di Amerika. Sebagai salah satu pasar smartphone terbesar di dunia dan pusat dari tren smartphone dunia, Amerika Serikat bisa menjadi ukuran dari kesuksesan sebuah platform software untuk smartphone di dunia.

Tizen Association diharapkan bisa segera mencari mitra pendukung TIZEN sebagai penggantinya, terutama operator telekomunikasi di kawasan pertumbuhan smartphone terbesar dunia seperti China, Amerika Utara, India maupun Asia Tenggara. Kesuksesan dari TIZEN - maupun OS baru lainnya - sangat bergantung pada kekayaan ekosistem software serta luasnya jangkauan distribusi dari hardware.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar