Minggu, 08 September 2013

Samsung Co-CEO: TIZEN TV akan dirilis tahun depan


Samsung Co-CEO saat berada di Internationale Funkausstellung (IFA) 2013 yang berlangsung pekan ini di Berlin, Jerman, mengatakan bahwa mereka saat ini sedang bekerja pada sistem operasi (OS) sendiri yang tidak hanya untuk smartphone, tetapi juga untuk mengontrol Smart TV dan jaringan peralatan rumah tangga atau Smart Home. Hal ini dimungkinkan karena OS TIZEN dikembangkan untuk semua perangkat elektronik digital dan memiliki motto "One for All" atau satu untuk semua.

"Kami sedang melakukan penelitian pada sistem operasi baru yang disebut TIZEN untuk semua perangkat kami," kata Yoon Boo-keun, Samsung Co-CEO dan Presiden untuk divisi Consumer Electronics (CE).

Presiden Yoon Boo-keun mengatakan dalam sebuah wawancara dengan wartawan di IFA 2013 bahwa Samsung ingin membuat unifikasi ekosistem berdasarkan TIZEN untuk jaringan terpadu yang menghubungkan semua perangkat elektronik buatan Samsung. "TIZEN akan berjalan baik pada beberapa smartphone kami serta pada televisi dan peralatan rumah tangga. Jadi kita akan membuat sebuah ekosistem di mana kita bisa menghubungkan semua perangkat Samsung antar satu sama lain."

Dengan pengembangan dari software TIZEN untuk semua perangkat elektronik, Samsung ingin membuat software mobile yang independen dari Google Android. Yoon juga mengumumkan bahwa software TIZEN mungkin sudah bisa diperkenalkan pada divisi elektronik rumah tangga yang dipimpinnya untuk diluncurkan ke pasar tahun depan.

"Untuk Tizen TV mungkin akan hadir tahun depan," kata Presiden Yoon Boo-keun.

Dengan sistem operasional yang seragam untuk semua perangkat digital, Samsung ingin mendorong jaringan elektronik rumah tangga dengan standar mereka sendiri. "Kami percaya bahwa kami sebagai produsen peralatan elektronik terbesar bisa memainkan peran utama dalam jaringan di rumah," kata Presiden Yoon dengan percaya diri.


Selama berlangsungnya IFA 2013, Samsung Electronics telah menampilkan beberapa fitur yang memaksimalkan kemudahan user experience (UX) untuk pengguna dengan perangkat Smart TV dan aplikasi mobile. Samsung juga akan menampilkan bagaimana kulkas cerdas (Smart Fridge) akan bisa berbagi daftar belanja pada panel layar di kulkas yang ditambahkan oleh pengguna sebelumnya secara nirkabel dengan smartphone.

Solusi Smart Home versi Samsung sendiri adalah layanan yang bisa memeriksa dan mengendalikan kondisi dari peralatan rumah tangga seperti kulkas, AC, sistem kamera, lampu, pintu dan jendela dengan sebuah aplikasi hub yang telah terinstal pada perangkat mobile yang digunakan oleh pengguna. Perangkat mobile yang berfungsi sebagai pengontrol ini bisa smartphone, tablet atau perangkat cerdas lainnya seperti Smart TV.

Sebelumnya saat bertemu dengan wartawan di sela-sela berlangsungnya pertemuan tahunan Forum Smart TV yang ke-4 yang diadakan di hotel Renaissance, Yeoksam-dong, Gangnam-gu, Seoul, pada bulan April yang lalu, wakil presiden Samsung Visual Display Business Kim Hyun-suk sempat mengatakan: "TIZEN telah mendorong fungsi "Smart" dan memiliki potensi untuk diterapkan sebagai sistem operasi untuk Smart TV," katanya.

Presiden Yoon juga mengakui bahwa pengenalan televisi 3D telah stagnan di pasar. "Teknologi 3D telah stagnan pada saat ini karena sangat tidak praktis. Konsumen harus memakai kacamata, dan mereka tidak mau. Namun begitu, 3D masih tetap menjadi fitur dasar untuk semua TV Samsung," kata Presiden Yoon. Solusi untuk masalah penerimaan pasar ini, Yoon melihat perlunya pengenalan teknologi 3D tanpa kacamata. "Dalam waktu dekat Anda akan bisa menikmati teknologi video 3D tanpa perlu kacamata."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar