Jumat, 20 September 2013

IDC: Smartphone TIZEN bisa bersaing di pasar Timur Tengah


Menurut penelitian terbaru dari International Data Corporation (IDC), peredaran smartphone sekarang mencapai hampir dua dari setiap lima ponsel di Timur Tengah, dengan volume smartphone naik 16,4 persen di Q2 2013 bila dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun 2012. IDC memasukkan Turki dalam risetnya, tetapi tidak memasukkan Mesir dan Afrika Utara dalam angka yang mereka publikasikan untuk pasar Timur Tengah.

Nokia tetap menjadi pemimpin di Timur Tengah untuk pasar ponsel secara keseluruhan berkat feature phone seri Asha, dengan 45,2 persen volume penguasaan pasar. Sementara Samsung menempati posisi kedua, memiliki 18,3 persen pangsa pasar ponsel secara keseluruhan untuk Q2 2013.

Namun untuk urusan smartphone, Samsung menguasai hampir setengah dari pasar smartphone Timur Tengah, di mana mereka mengalahkan Nokia dengan hampir lima banding satu di Q2 2013. Model Galaxy S3 dan Galaxy S3 Mini bersama-sama berhasil mengungguli Apple iPhone 5 dan juga Galaxy S4 yang lebih baru, karena harganya jauh di atas Galaxy S3.

BlackBerry memegang posisi nomor dua untuk vendor dalam kategori smartphone, menguasai 13,3 persen dari pangsa pasar smartphone pada kuartal kedua 2013, walaupun model baru seperti Q10 dan Z10 membuat awal yang lambat dan kurang laku di pasaran.

Untuk saat ini, Android masih bertengger sebagai penguasa dalam hal sistem operasi (OS), dengan 60 persen penguasaan volume pasar smartphone secara keseluruhan. Namun, mereka tidak lagi bergerak lebih jauh ke depan dari OS lain, stagnan dan berpotensi menurun dengan persaingan yang mulai memanas karena penjualan iPhone mulai naik dan Nokia yang siap bangkit kembali lewat seri Lumia yang menjalankan OS Windows Phone.

"Akan segera hadir calon pesaing lainnya yang memasuki pasar, karena kita mengharapkan handset TIZEN dan Firefox akan muncul di pasar regional selama beberapa bulan ke depan," kata Hamza Saleem, seorang analis senior untuk perangkat mobile di IDC Timur Tengah, Afrika, dan Turki. "Tapi ini sistem operasi baru ini harus mengembangkan sebuah ekosistem yang dapat bersaing dengan toko aplikasi seperti iStore dan Play Store, karena aplikasi sekarang menjadi faktor dominan saat membeli smartphone."

Simon Baker, manajer program untuk handset mobile di IDC CEMA berkomentar, "Karena pasar smartphone dari negara maju telah menjadi jenuh, Timur Tengah menjadi lebih penting untuk pembuat handset karena mencakup negara-negara dengan pendapatan tinggi dan pemakai yang haus akan ponsel dengan teknologi terbaru. Dengan demikian, kami berharap untuk melihat para vendor meningkatkan kegiatan pemasaran mereka di wilayah tersebut dan memperluas distribusi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar