Sabtu, 07 September 2013

Huawei bangun ekosistem konten dengan operator untuk ekspansi global


Huawei, salah satu anggota dari Tizen Association, sebelumnya banyak dikenal sebagai penyedia peralatan telekomunikasi untuk operator telekomunikasi. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga mulai menjadi aktif dalam bisnis konten, bekerja sama dengan penyedia konten yang memproduksi aplikasi seperti game mobile dan jejaring sosial.

Zou Kewei, wakil presiden pengembangan bisnis dan aliansi global Huawei, mengatakan bahwa operator telekomunikasi sekarang tidak hanya ingin peralatan dari mereka. Untuk berhasil dalam dunia digital saat ini, operator telekomunikasi perlu konten, baik penyedia konten lokal maupun global. Itu adalah di mana Huawei melihat peluang.

Bulan lalu, Huawei membawa sekelompok perusahaan teknologi China ke Jakarta. Perusahaan-perusahaan ini termasuk perusahaan mesin pencari China Baidu dan perusahaan game raksasa Boyaa. Perjalanan ini bertujuan untuk membantu menjembatani kesenjangan antara operator telekomunikasi lokal (termasuk XL, Telkomsel, Telkom, dan Indosat) dan kelompok perusahaan teknologi China.

"Budaya Indonesia sedikit lebih mirip dengan pasar China. Hal ini menjadikan lebih mudah bagi perusahaan China untuk memperluas pasarnya disini. Banyak perusahaan kini memiliki kekuatan untuk menjelajahi pasar-pasar luar negeri," kata Zou. "Indonesia memiliki banyak potensi dan peluang. Indonesia berada dalam situasi yang sama seperti China dalam beberapa tahun yang lalu. Kami percaya beberapa studi kasus yang sukses di daratan China mungkin berhasil diterapkan di Indonesia."

Operator telekomunikasi memiliki hubungan dekat dengan Huawei, dan ini menjadi salah satu alasan Huawei ikut mendukung proyek TIZEN dan bergabung dengan Tizen Association. Huawei bisa bekerjasama dengan beberapa operator telekomunikasi dunia yang tergabung dalam Tizen Association.

"Kami sangat senang untuk bergabung dengan para rekan pemimpin industri di Tizen Association Board of Directors," kata Glory Zhang, juru bicara dari Huawei Device. "Tujuan berkelanjutan kami adalah untuk bekerja erat dengan konsumen dan mitra kami untuk membawa proposisi handset yang benar-benar inovatif kepada konsumen di semua pasar dan ekosistem TIZEN baru ini melengkapi daerah yang sudah ada untuk fokus dan menyediakan kesempatan baru untuk memperkuat merek Huawei di segmen mobile."

Tentu saja koneksi bukan satu-satunya faktor untuk menjadi sukses di pasar lokal. Zou menekankan bahwa perusahaan yang ingin sukses di negara-negara seperti Indonesia harus mendedikasikan dan melokalkan produk dan layanan mereka untuk bisa menang di pasar.

"Konten adalah layanan berbasis budaya dan itu sangat perlu untuk dilokalkan," katanya. Dia menekankan perlunya bagi perusahaan asing untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal dan orang-orang di negara itu untuk mencapai lokalisasi yang tepat.

"Pemain aplikasi China akan booming dalam lima tahun ke depan. Mungkin suatu hari aplikasi nomor satu akan datang dari China."

Huawei pasti tidak akan masuk ke dalam bisnis pembuatan aplikasi dan konten, tapi mungkin akan berperan dalam membantu perusahaan teknologi China untuk memperluas pasarnya secara global melalui hubungan yang erat dengan operator telekomunikasi dunia.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar