Rabu, 18 September 2013

Cloud smartphone bisa segera meruntuhkan dominasi Android dan iPhone


Pada tahun 2005, Nokia adalah pemain dominan di pasar ponsel dengan hampir tidak ada lawan yang terlihat. Hari ini, Nokia telah terjual dalam beberapa bagian dan sulit untuk melihat perusahaan mana yang mungkin bisa menggulingkan dominasi Samsung dan Apple.

Tapi Dr. Ronald Klingebiel, seorang profesor di Warwick Business School, mengatakan bahwa tidak ada perusahaan yang selalu aman. Sebuah pertumbuhan baru sistem operasi (OS) smartphone berbasis "cloud" saat ini sedang dikembangkan dan mereka menawarkan keuntungan berikut:
  • Ribuan aplikasi. Aplikasi akan ditulis untuk cloud, bukan ponsel tertentu, mirip dengan bagaimana aplikasi cloud untuk PC berjalan di browser pada setiap PC seperti Windows, Mac atau Linux.
  • Harga perangkat yang terjangkau. Bila aplikasi berjalan di cloud, ponsel tidak akan membutuhkan prosesor cepat atau banyak memori, yang akan membuatnya lebih murah untuk diproduksi.

Saat ini, masing-masing sistem operasi baru tampak hanya akan membuat dampak yang kecil: TIZEN, Firefox OS, Ubuntu Edge, dan Sailfish OS, tapi Klingebiel mengatakan bahwa, secara kolektif, mereka bisa merebut banyak pangsa pasar.

Menurut Klingebiel, keempat OS ini akan mengambil pendekatan yang akan membuat aplikasi berjalan di semua OS [maksudnya aplikasi web/HTML5], sehingga dalam arti bahwa, keempatnya bisa sukses. Hanya saja bahwa perusahaan di belakang mereka tidak bisa berharap lagi untuk menghasilkan semacam keuntungan tinggi seperti yang telah dihasilkan oleh Apple dengan mengintegrasikan secara vertikal antara toko aplikasi, handset dan OS.

Setiap OS bisa mengambil sudut yang sedikit berbeda. TIZEN dapat mengambil manfaat dari semua hal yang dimiliki Samsung. Firefox bertujuan untuk membangun basis pada segmen low-end dari pasar. Ubuntu bertujuan untuk memanfaatkan komunitas Linux di PC dan menyatukan ponsel dengan perangkat komputasi. Sedangkan Sailfish untuk para penggemar, yang sebelumnya menyukai Nokia dan solusi berkualitas dari MeeGo.

Secara kolektif mereka bisa berkembang untuk menangkap sepotong besar dari pasar mobile untuk waktu yang tidak terlalu lama.

Menurut Klingebiel, tidak lama lagi smartphone sangat mungkin akan beralih ke feature phone yang menyediakan akses ke smart cloud, yaitu aplikasi pada ponsel hanya menjadi link ke program yang berjalan di cloud. Tidak lagi membutuhkan prosesor yang mewah. Jika ini telah menjadi standar sarana untuk mengakses aplikasi pada ponsel, maka akan berdampak pada semua segmen pasar smartphone terkini.

Ketika ditanya kapan tren ponsel baru ini akan mulai menunjukkan pengaruhnya di pasar, Klingebiel mengatakan bahwa perkembangan ini masih dalam masa pertumbuhan dan keberhasilan belum bisa dijamin.

Tapi itu bisa saja lepas landas dengan cepat. Jika hanya satu vendor besar saja, Klingebiel memberikan contoh Lenovo, berkomitmen untuk salah satu sistem operasi baru itu, maka akan segera mendongkrak seluruh OS. Operator seluler sudah lama ingin menggoyang status quo [Android-iPhone]. Dan pengembang aplikasi besar seperti Facebook mungkin akan mulai bersikeras menulis aplikasi hanya sekali (dalam standar, bahasa pemrograman yang bisa digunakan bersama seperti HTML5), meninggalkan Apple dan Google sedikit pilihan selain untuk membuka toko aplikasi mereka. Gangguan ini memiliki potensi besar untuk mengejutkan pemain di industri mobile yang sudah mapan saat ini.



Disadur dari Bussines Insider


Tidak ada komentar:

Posting Komentar