Kamis, 15 Agustus 2013

Rumor: Google berencana tinggalkan Android untuk OS berbasis HTML5?


Tidak bisa dipungkiri, Android saat ini adalah sistem operasi (OS) paling populer di dunia yang terinstal di hampir 80 persen smartphone yang beredar di pasaran. Namun beberapa analis dan rumor yang beredar di kalangan pengembang malah menyebutkan bahwa Google berencana meninggalkan Android untuk OS berbasis Web atau HTML5 yang dirasa lebih cocok dengan layanan mereka untuk menjawab tuntutan tren teknologi masa depan.


Google berencana mengganti Android dengan Chrome dalam 5 tahun kedepan

Menurut David Akka dari Magic Software Inggris, Google saat ini sedang mempersiapkan rencana besar untuk meninggalkan Android untuk Chrome dan Samsung juga sedang bersiap untuk meninggalkan Android untuk TIZEN. Tapi tentu saja ini tidak akan berlangsung dalam semalam, dan sudah dipersiapkan rencana transisi yang akan berlangsung dalam lima tahun ke depan.

Akka kemudian memperkuat prediksinya ini melalui beberapa petunjuk yang secara jelas memperlihatkan strategi jangka panjang Google yang sebenarnya.

Pertama, Google telah menarik pendiri Android Andy Rubin dari proyek Android dan menggantinya dengan Sundar Pichai. Dan secara kebetulan Pichai adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk proyek Chrome.

Petunjuk lain adalah kenyataan bahwa Key Lime Pie - alias Android 5.0 belum juga muncul. Key Lime Pie mungkin akan muncul pada bulan Oktober [2013] tetapi beberapa pakar menyatakan bahwa hal itu seharusnya sudah muncul sejak tahun 2012. Apakah Google tidak banyak menempatkan sumber daya ke dalamnya?

Petunjuk yang paling kuat, menurut Akka, adalah pengumuman streaming dongle Chromecast TV baru-baru ini. Dongle ini membawa merk Chrome, walaupun sebenarnya masih menjalankan versi Google TV sebelumnya yang berbasis Android, namun sistem Bionic dan Dalvik telah dihilangkan. Bionic adalah modifikasi yang dibuat oleh Google dimodifikasi untuk kode yang berlisensi Linux, sementara Dalvik adalah bagian dari Android untuk menjalankan aplikasi berbasis Java.

Akka mengklaim bahwa Google ingin konsumen untuk membiasakan diri dengan gagasan mereka bahwa semua perangkat yang terhubung pada akhirnya akan menjalankan OS Chrome. Jadi Google tidak ingin orang-orang menjalankan aplikasi Android pada perangkat yang bergaya "Connected Home" seperti Chromecast.


Google diam-diam mendukung Firefox OS sebagai "plan B"

Samsung dan Intel bukan satu-satunya orang yang percaya bahwa masa depan ada di web. Mozilla melalui Firefox OS adalah buktinya. Firefox OS diumumkan oleh Mozilla Foundation sebagai OS berbasis Web hampir bersamaan dengan pengumuman proyek TIZEN oleh Linux Foundation. Keduanya adalah OS berbasis HTML5 dan keduanya juga memiliki misi yang sama. Bedanya, Firefox OS menargetkan segmen low-end dan feature phone sedangkan TIZEN untuk high-end.

Menurut Oytuneren, salah satu pengembang dari Automotive Grade Linux dan kontributor dari proyek software Intel, menyebutkan bahwa Firefox OS adalah rencana B dari Google untuk menggantikan Android (dalam hal ini rencana A tentu saja Chrome OS).

Dalam posting di blog nya yang berjudul "Samsung, Tizen and the Future of Android", Oytuneren menyebutkan bahwa ketika dia menghadiri Tizen Developer Conference di San Fransisco tahun lalu, teman-temannya disana mengatakan bahwa Firefox OS juga merupakan rencana B dari Google untuk meninggalkan Android dan Google disebutkan adalah salah satu pendukung terbesar untuk Mozilla pada proyek ini. Gagasan ini muncul setelah Google berniat mempersiapkan Firefox OS sebagai rencana jangka panjang untuk berhenti mengembangkan Android dan beralih ke OS berbasis Web yang lebih cocok untuk layanan-layanan mereka.


Dunia akan meninggalkan Java untuk HTML5

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan dunia mobile menuju era HTML5 berlangsung semakin cepat dari sebelumnya. Semua OS seakan berlomba menawarkan lebih banyak dukungan HTML5 pada setiap versi barunya. Ada dua alasan utama untuk itu, salah satunya adalah menyelesaikan transisi dari Adobe Flash Player yang dimulai oleh Steve Jobs dan berharap HTML5 menjadi pengganti Java untuk bahasa universal berikutnya.

Hari ini, Java masih dianggap sebagai pelajaran mendasar dalam pendidikan komputer dan masih umum digunakan di seluruh dunia. Tapi semua orang sudah tidak sabar untuk mentoleransi bahasa yang tidak aman, interface buruk, dan berkinerja rendah ini. Jika ingin menyingkirkan Java, kita perlu mencari bahasa cross-platform dengan fungsi database. Dan semua itu terwakili oleh HTML5.

Ketika dunia IT bergerak ke arah mobile dan terhubung, Java berangsur-angsur akan punah digantikan oleh HTML5 yang lebih modern dan terus berevolusi. Sebagai perusahaan yang selalu bervisi masa depan, Google tampaknya merasa sudah tidak perlu lagi berlama-lama dengan proyek Java mereka dan memilih untuk mengalokasikan sumber daya terbaik mereka untuk OS yang bisa lebih menjanjikan di masa depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar