Sabtu, 20 Juli 2013

Sejarah Samsung Linux Platform (SLP) hingga menjadi OS TIZEN


Pada tanggal 13 Desember 2012, Samsung Group mengumumkan promosi terbanyak yang pernah dilakukan untuk jajaran eksekutif wakil presidennya untuk akhir tahun, dengan 501 eksekutif senior perusahaan yang bergerak naik jabatan di masing-masing afiliasinya. Secara khusus, Yoon Jang-hyun, mantan manajer senior di Samsung Electronics, melompat tiga tahun untuk menjadi direktur eksekutif (wakil presiden) untuk mengembangkan platform software yang unik untuk Samsung. Ia menerima promosi sebagai pengakuan atas kontribusinya untuk mengembangkan "Samsung Linux Platform (SLP)", sebuah platform software milik Samsung yang digunakan di berbagai perangkat elektronik.

Samsung Linux Platform (SLP) adalah sebuah sistem operasi mobile berbasis kernel Linux dan server X.org. Samsung telah memulai proyek jangka panjang untuk pengembangan platform mobile yang murni berbasis Linux ini pada tahun 2007 dengan LiMo (Linux Mobile) Foundation melalui XO v1.0. Berkembang dari XO v1.0, SLP berubah dan berkembang dengan memiliki beberapa fitur, seperti penggantian window system menjadi X Window, serta dukungan untuk EFL (Enlightenment Foundation Library) untuk aplikasi. Selanjutnya, secara bertahap perangkat target SLP diperluas dari ponsel ke TV, kamera, MP3 player, tablet, dan laptop.

XO v1.0 - LiMo Compatible Linux Platform (Sep. 2007 ~ Oct. 2008)
Arsitektur LiMo


Tidak hanya memiliki kompatibilitas dengan LiMo, tetapi tim SLP telah menjadi kontributor terbesar untuk LiMo Foundation. SLP yang telah berevolusi kemudian menjadi SLP versi v2.0 yang menjadi LiMo Release 2 dan menjadi platform software untuk smartphone Vodafone 360 Samsung H1/M1 ​​yang dirilis pada bulan Juni hingga September 2009.

Desain SLP didasarkan pada prinsip-prinsip dari Linux desktop standar, yang telah disesuaikan untuk bisa diadaptasi pada lingkungan mobile. SLP menggunakan kembali sejumlah besar komponen Open Source. Oleh karena itu, arsitektur software yang dimiliki sangat mudah untuk dipahami bagi siapa pun yang akrab dengan Linux desktop standar. Software stack SLP memiliki arsitektur berlapis yang terdiri dari aplikasi, middleware, dan kernel Linux.

Arsitektur  SLP
LiMo Foundation sendiri memiliki beberapa pendukung yang cukup besar, seperti Samsung, NTT DoCoMo, Vodafone, NEC Casio, Panasonic, ARM, Adobe, dan Mozilla. Namun dari semua anggota LiMo, hanya Samsung yang mengembangkan platform Linux mereka sendiri. Pada September - Nobember 2009, Samsung merilis smartphone high-end GT-I8320 atau Vodafone 360 H1 dan mid-end GT-I6410 Vodafone M1 untuk operator Vodafone dengan OS LiMo (SLP) sebagai bagian dari kemitraan di LiMo Foundation.

Samsung GT-I8320 dengan OS LiMo (SLP)

Pada bulan September 2011, Samsung membentuk aliansi dengan Linux Foundation dan Intel di mana SLP dan Moblin dari Intel akan membentuk dasar dari OS open source baru, sebuah platform software berbasis Linux, yang disebut TIZEN, akan awalnya ditargetkan untuk aplikasi berbasis HTML5 dan WAC (Wholesale Applications Community). SLP menjadi dasar dari TIZEN Mobile dan Moblin untuk TIZEN IVI. Dan LiMo Foundation kemudian berubah menjadi Tizen Association. 

Dukungan aplikasi native ditambahkan sejak peluncuran TIZEN 2.0 Magnolia SDK dan Source Code pada 18 Februari 2012. Jika sebelumnya SLP menggunakan EFL sebagai dukungan untuk aplikasi native, maka sejak TIZEN 2.0 Samsung kembali menggunakan OSP (Open Service Platform) untuk pembuatan aplikasi native berbasis C/C++.

Sejarah LiMo dan TIZEN berdasarkan dokumen NTT DoCoMo, anggota dari LiMo Foundation  (sekarang Tizen Association)

OSP sebelumnya digunakan oleh sistem operasi bada milik Samsung sebagai lapisan middleware pengembangan aplikasi native. Bada adalah platform smartphone eksklusif Samsung yang berbasis real-time OS (RTOS), yang dinyatakan berakar dari Mocha (Modular & Configurable Handset S/W Architecture), yang kemudian berkembang menjadi SHP (Samsung Handset Platform). MOCHA dikembangkan oleh Laboratorium Software Samsung Electronics yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah platform yang mudah untuk direplikasi dan dapat dengan mudah menjalankan multi-tasking. Berdasarkan pada platform ini, ponsel 3G pertama dengan fitur video (SGH-Z100) kemudian dirilis ke pasar Eropa. Setelah peluncurannya yang sukses, platform MOCHA digantikan oleh SHP, versi pengembangan lebih lanjut dari MOCHA, yang kemudian diterapkan pada banyak ponsel 3G dari Samsung.

Platform SHP telah diklaim sebagai bagian yang sangat penting dari Divisi Bisnis Mobile Samsung Electronics selama lebih dari 10 tahun (sejak tahun 2000) dan platform ini kemudian ditingkatkan lagi pada tahun 2010 untuk mengikuti kepopuleran dari era smartphone. Platform generasi baru ini berisi fitur seperti multi-touch, grafis 3D dan User Interface (UI) yang telah ditingkatkan diantara fitur-fitur lainnya. Pada saat peluncuran platform bada SDK untuk pertama kali pada 10 Desember 2009, Samsung menyatakan bahwa lapisan middleware bada (atau OSP) bisa didasarkan pada RTOS dan Linux, yang mengacu pada SHP (RTOS) dan Linux (SLP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar