Jumat, 19 Juli 2013

Samsung siapkan prosesor mobile murah untuk bersaing dengan Qualcomm & MediaTek


Samsung Electronics berencana untuk memproduksi SoC (System on Chip) atau chip AP (application processor) terintegrasi yang menggabungkan AP mobile dengan modem, paling awal pada kuartal keempat tahun ini. Samsung sebelumnya telah menjadi pemain dominan di pasar chip AP mobile tunggal yang lebih mementingkan kinerja, tetapi tertinggal jauh untuk produksi chip terpadu karena pertimbangan masalah lisensi dengan Qualcomm.

Jika Samsung Electronics jadi masuk ke pasar chip terintegrasi yang lebih hemat biaya buat produsen smartphone, kemungkinan akan menghadapi persaingan secara head-to-head dengan pemain No.1 dan No.2 di pasar ini, yakni Qualcomm dan MediaTek.

Keputusan Samsung untuk memasuki pasar chip terintegrasi datang setelah permintaan untuk chip tersebut meningkat dengan pesat, didorong oleh pasar negara berkembang, sebagian besar terutama di China. Faktor lain adalah bahwa Samsung berharap untuk meminimalkan penurunan pendapatan yang disebabkan oleh Apple yang tidak lagi membeli chip AP dari Samsung untuk iPhone 5S.

Seorang pejabat tinggi di Samsung Electronics pada hari Senin (15/7) kemarin mengatakan, "Pasar chip AP mobile terintegrasi berkembang terus. Mengingat bahwa pasar ini berkembang pesat, kita tidak punya alasan untuk tidak memproduksi chip yang terintegrasi."

Sejauh ini, Samsung Electronics telah siap untuk memproduksi chip yang terintegrasi ini secara diam-diam namun terus berlangsung. Samsung sebelumnya telah mengakuisisi perusahaan desainer chip Cambridge Silicon Radio (CSR) dari Inggris, yang memiliki teknologi telekomunikasi nirkabel, senilai $310 juta atau 356 miliar won atau sekitar 3 triliun rupiah pada bulan Juli 2012, sementara dilain pihak membangun gugus tugas Modem & Connectivity (M&C) ke dalam Divisi Sistem LSI tahun lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar