Rabu, 27 Februari 2013

Smartphone high-end TIZEN tahun ini, low-end tahun depan


Pada hari Selasa (26/2) kemarin, Tizen Association sesuai agenda mengadakan acara peluncuran TIZEN 2.0 di pameran dagang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol. Selain mengenalkan platform open source baru ini, masing-masing anggota Tizen Association juga menjelaskan rencana mereka terkait TIZEN untuk kedepannya.

Yves Maitre, eksekutif yang bertanggung jawab atas handset di Orange, divisi nirkabel dari France Telecom, mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan untuk merilis smartphone TIZEN di Prancis tahun ini dan di negara-negara berkembang tahun depan. Saat ini pihaknya telah mempekerjakan sekitar 10 engineer untuk mengkustomisai perangkat TIZEN yang akan mereka rilis mendatang.

Sementara Kiyohito Nagata dari NTT DoCoMo Jepang juga mengkonfirmasi bahwa mereka akan merilis smartphone TIZEN tahun ini. Baik NTT DoCoMo dan Orange mengatakan bahwa smartphone TIZEN pertama yang dirilis tahun ini adalah model high-end dengan kisaran harga antara 300 - 400 euro (sekitar 4 - 5 juta rupiah), sementara model low-end untuk negara-negara berkembang baru akan meluncur tahun depan dengan harga dibawah $100 (sekitar 1 juta rupiah).



Orange Perancis memperkirakan handset pertama akan hadir pada bulan Agustus/September, hampir sama seperti yang dikatakan oleh Philippe Barthelet, Vice President untuk Telecom & Information System di Samsung Perancis, saat berlangsungnya Samsung Forum 2013 untuk Regional Eropa di Monaco pada awal bulan ini.

Operator Sprint Nextel Corp walaupun berencana merilis smartphone TIZEN, namun belum mau mengatakan kapan kepastiannya membawa handset TIZEN untuk konsumen mereka di Amerika Serikat.


TIZEN adalah proyek open source dan dikelola oleh asosiasi non-profit. Itu berarti software dan source code TIZEN tersedia secara gratis dan bebas untuk disesuaikan sesuai keinginan, memberikan operator kontrol penuh atas bagaimana software itu bekerja pada ponsel yang mereka jual. Frederic Dufal, direktur teknis dari handset di Orange, mengatakan proyek TIZEN ditangani langsung oleh Linux Foundation yang memiliki sejarah mengelola penciptaan software yang efektif. Buktinya Android juga mendasarkan softwarenya pada Linux.

Ketika ditanya apakah Samsung sudah menghentikan OS bada mereka untuk beralih ke TIZEN, Hankil Yoon, eksekutif Samsung yang ada di dewan Tizen Association mengatakan bahwa perusahaannya belum membuat keputusan tentang nasib Bada, namun dia mencatat bahwa dua sistem operasi tersebut sudah berbagi beberapa aset.

Sehabis peluncuran, para pengunjung bisa mencoba smartphone referensi TIZEN untuk pengembang RD-PQ dan mendapatkan edisi terbatas buku panduan TIZEN for DUMMIES dari para pengembang Samsung untuk TIZEN. Smartphone TIZEN RD-PQ ini telah diinstal beberapa aplikasi populer seperti Vimeo, Cut the Rope, Mr. Radio, dll.

Tizen Association telah bekerja selama satu tahun setengah untuk ekosistem aplikasi TIZEN, dan ada ribuan aplikasi yang sudah siap untuk mendukung platform. Namun mereka tidak menyebutkan jumlah tepatnya, dan hanya mengatakan bahwa akan ada sejumlah aplikasi yang kuat saat peluncuran nanti.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar