Samsung siap mengejar Google dalam software


Setelah berhasil menguasai pasar hardware dan handset mobile dan sesuai instruksi dari Chairman dan CEO mereka, Samsung Elektronics sekarang akan mulai mengejar pertumbuhan dari sisi software dan layanan konten. Untuk itu, Samsung akan mengikuti jejak Google dengan strategi merger dan akuisisi (M&A) dalam upaya untuk mengembangkan teknologi baru dan beragam mesin pertumbuhan baru.

"Strategi M&A dari Google sangat ideal setelah Samsung kini mengejar pertumbuhan organik dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan kecil dengan teknologi yang telah dipatenkan di beberapa area yang terpilih, tidak mencari hanya melalui pertumbuhan eksternal dengan memperluas bisnis saja," kata seorang pejabat Samsung bermarga Park kepada The Korea Times.

Google sebelum seperti sekarang ini sebelumnya telah memperluas bisnisnya melalui strategi M&A dengan membeli hampir 102 perusahaan di rentang waktu 2001-2011. Dan baru-baru ini Google semakin agresif dengan menandatangani 47 penawaran di tahun 2010 dan 79 penawaran di tahun 2011. Termasuk Android adalah salah satu proyek yang diakuisisi Google dari perusahaan Android Inc. pimpinan Andy Rubin di tahun 2005. Akuisisi terbesar adalah hingga saat ini adalah Motorola Mobility sebesar $12,5 milyar pada Agustus 2011.

"Karena ekspansi tidak lagi kata kunci untuk strategi M&A Samsung, kini kami berfokus pada penawaran yang lebih kecil di area-area strategis seperti mobile, video, bio dan bahkan sektor chip. Kita perlu lebih banyak paten di area bisnis dimana kita sudah terlibat di dalamnya atau kita akan melibatkan di dalamnya," kata pejabat itu.

Di masa lalu, Samsung memiliki track record yang kurang bagus dalam strategi M&A. Pada bulan Februari 1995, Samsung mengakuisisi AST Research yang berbasis di Amerika Serikat, perusahaan terbesar keenam di industri PC dengan nilai $375 juta. Tapi kemudian AST kalah dengan rival yang lebih besar seperti Compaq dan Dell, sehingga membuat Samsung menarik diri dari pasar PC di Amerika. Sejak tahun 2007 hingga 2012, Samsung telah melakukan 8 akuisisi seperti pada data dibawah ini.


Samsung baru-baru ini membeli 5 persen saham dari Wacom senilai $58,2 juta, sebagai upaya untuk mengamankan teknologi stylus berkualitas tinggi untuk produk tablet dan smartphone mereka di masa depan. Wacom adalah perusahaan asal Jepang yang mengkhususkan diri dalam interactive pen display dan digital drawing tablet.

"Uang bukanlah masalah bagi Samsung tapi kami tidak ingin mengulangi kegagalan yang sama. Itu sebabnya kita mengamati dengan seksama strategi M&A Google, yang telah terbukti sangat sukses. Akuisisi Motorola Mobility oleh Google sangat mengejutkan kita. Ini memotivasi kami untuk mengejar M&A lebih banyak untuk paten," kata pejabat itu.

Perkembangan Android yang maju pesat dan semakin melemahnya OS pesaingnya cukup meresahkan Samsung, apalagi paska akuisisi Motorola. Samsung menganggap aliansi ini bisa membahayakan mereka dimasa depan.

"Google juga sudah masuk sektor Smart TV baik untuk konten maupun platform dan sewaktu-waktu dapat memobilisasi kapabilitas manufaktur mereka setelah mengakuisisi Motorola. Mereka memang belum memberikan target untuk kerjasama, tetapi ada banyak kesempatan untuk terjadi di masa depan," kata seorang pejabat senior Samsung Electronics dari divisi IT dan mobile (IM) menyatakan keprihatinannya yang serius.

Di masa lalu, Samsung juga meninggalkan sistem operasi Symbian dengan alasan yang sama. Pada Oktober 2010 Samsung menyatakan menarik dukungannya untuk Symbian menyusul penutupan Symbian Foundation setelah Symbian Ltd. diakuisisi oleh Nokia. Setelah keluar dari Symbian, Samsung kemudian meluncurkan sistem operasi bada buatannya sendiri pada tahun yang sama serta memberikan dukungan untuk sistem operasi baru Android dari Google dengan merilis Samsung Wave dan Galaxy S pada tahun itu juga untuk segmen pasar yang berbeda.

Kepala dari Samsung investor relations Robert Yi juga mengatakan bahwa perusahaannya akan membelanjakan lebih banyak uang pada penelitian dan pengembangan untuk lebih banyak paten, meningkatkan kemungkinan bahwa Samsung akan lebih banyak melakukan M&A tahun ini.

Baru-baru ini Samsung Electronics mendirikan Samsung Open Innovation Center (SOIC) di Palo Alto, kawasan Silicon Valley, jantung industri IT di Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk membantu perusahaan startup lokal yang banyak bertebaran disini. SOIC ini dipimpin oleh wakil presiden David Eun, mantan wakil presiden Google yang direkrut oleh Samsung pada akhir 2011 yang lalu. Sebelumnya di Google, ia adalah pimpinan eksekutif untuk kemitraan konten yang bertugas pada strategi media, kemitraan dan aliansi strategis yang mencakup lebih dari 30 produk yang berbeda termasuk Google Books dan Google Maps serta ikut andil dalam akuisisi YouTube.

Comments