Rabu, 13 Februari 2013

Pemerintah Korea berharap platform berbasis HTML5 bisa menggantikan iOS dan Android


Pemerintah Korea secara aktif telah mengembangkan platform generasi berikutnya untuk HTML5 sebagai generasi berikutnya dari standar web. Sebelum 2017 mereka akan melatih sedikitnya 3.000 pekerja trampil untuk menciptakan platform HTML5 yang kuat dan aktif dalam rencana standardisasi global.

HTML5 adalah lingkungan platform berbasis web yang terbuka, sehingga dipercaya oleh sebagai alternatif untuk melarikan diri dari ketergantungan terhadap perusahaan software global seperti Google, Apple, dan Microsoft.

Isu terbaru tentang ketergantungan pada platform smartphone menjadi sorotan utama. Kuatnya penguasaan platform smartphone dari Apple dan Google membuat pengembang aplikasi domestik dipaksa untuk mengikuti kebijakan sepihak dalam kasus pembayaran adalah salah satu contohnya. Sementara dilain pihak, mengembangkan aplikasi untuk platform lain akan memerlukan biaya dan waktu yang tidak murah karena perbedaan tool dan bahasa pemrograman yang digunakan.

Dengan platform Web terbuka seperti HTML5 pada waktu yang sama dapat membantu memecahkan semua masalah ini. Namun HTML5 masih belum ditetapkan sebagai standar internasional, sehingga kinerjanya masih dibawah aplikasi native untuk platform Android maupun iOS, seperti misalnya kesulitan dalam menerapkan HTML5 untuk aplikasi yang kompleks seperti game. Kondisi yang prematur ini membuat HTML5 menjadi kurang menarik buat pengembang aplikasi untuk memperoleh pendapatan yang layak dan menjanjikan. Inilah sebabnya mengapa peran pemerintah sangat dibutuhkan.

Korea Communications Commission (KCC) pada 12 Juli tahun lalu telah mengumumkan standar web untuk generasi berikutnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penggunaan teknologi web, khususnya HTML5 di lingkungan negaranya dalam rangka untuk mendorong peningkatan daya saing global dalam industri IT dan internet. Langkah ini sebagai bentuk dukungan buat rencana kebijakan pemerintah untuk menyebarkan ekosistem HTML5 di negaranya.

Selain itu ada K-Apps atau KoreaApps yang lahir sebagai wujud dukungan pemerintah Korea untuk membangkitkan ekosistem HTML5 dinegaranya dan meningkatkan penggunaan teknologi web di Korea. Layanan toko aplikasi K-Apps mendapat dukungan penuh dari seluruh operator di Korea, termasuk SK Telecom, KT dan LG U+.

Akhir bulan ini, Samsung rencananya akan menunjukkan smartphone pertama yang berbasis TIZEN saat berlangsungnya Mobile World Congress (MWC) 2013 yang akan berlangsung di Barcelona, Spanyol. Cepat atau lambat, lingkungan pengembangan software mobile yang mulai berpindah ke HTML5 sebagai platform utama harus ditata kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar