Selasa, 26 Februari 2013

Google mulai khawatir dengan sepak terjang Samsung


Samsung Electronics dan Google sebelumnya telah bekerjasama untuk mengimbangi dominasi Apple di smartphone lewat Android, tapi perkembangan terakhir telah menyiratkan adanya ketegangan baru dalam kemitraan mereka.

Eksekutif Google khawatir bahwa Samsung telah menjadi begitu besar - perusahaan asal Korea Selatan ini menjual sekitar 40% dari seluruh gadget yang menggunakan software Google Android software - bahwa hal itu bisa mempengaruhi strategi bisnis iklan mobile yang menguntungkan dari Google.

Sekarang, ketika para eksekutif puncak dari industri mobile dunia berkumpul di Mobile World Congress (MWC) 2013 di Barcelona, ​​Google mengadakan pertemuan dengan perusahaan lain (diluar Samsung tentunya) dengan harapan bahwa mereka dapat memanfaatkan perangkat Android mereka untuk tetap bisa berkompetisi dan bersaing dengan Samsung. Menurut sumber yang dikutip oleh The Wall Street Journal, Google berharap perangkat Android baru dari produsen seperti HTC dan Hewlett-Packard (HP) dapat menantang Samsung.

Walaupun masing-masing perwakilan Google dan Samsung menolak memberikan komentar tentang hal ini, namun di internal Google, kekhawatiran tentang Samsung terus dibahas secara terbuka.

Pada sebuah acara Google yang diselenggarakan saat musim gugur yang lalu untuk eksekutif perusahaan, pimpinan Android Andy Rubin memuji kesuksesan Samsung dan mengatakan bahwa kemitraan telah saling menguntungkan. Menurut seseorang yang ikut dalam pertemuan itu, pertumbuhan Samsung yang luar biasa berhasil mengirimkan hampir 200 juta lebih smartphone Android tahun lalu sehingga mendorong pendapatan iklan mobile untuk Google.

Namun Andy Rubin juga mengatakan Samsung bisa menjadi ancaman jika keuntungan mereka jauh lebih besar daripada produsen perangkat Android lainnya. Akuisisi Google terhadap Motorola Mobility baru-baru ini, yang juga membuat smartphone dan tablet berbasis Android, sebenarnya salah satu kebijakan yang dibuat oleh Google agar produsen seperti Samsung tidak mendapatkan kekuasaan terlalu besar atas Android. Untuk masalah ini Google, kata Andy Rubin, tidak bersedia untuk mengakuinya.

Komentar Andy Rubin kepada eksekutif Google menggambarkan hubungan yang semakin rumit antara Google dengan Samsung, setelah Samsung berhasil mendapatkan momentum di pasar perangkat mobile melawan rival seperti Apple.

Samsung memiliki kekuatan khusus dalam hubungannya dengan Google karena aplikasi Google yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan yang berbasis di Silicon Valley ini, seperti mesin pencari Google dan situs video YouTube, hadir pada hampir semua perangkat Android, terkecuali Amazon dan perangkat Android yang dirilis di China yang menggunakan layanan sendiri.

Beberapa orang yang akrab dengan hubungan antara dua perusahaan ini mengatakan adanya kekhawatiran Google bahwa Samsung akan memperoleh bagian lebih besar dari pendapatan iklan online daripada Google yang memang mengandalkan keuntungan dari bisnis ini melalui mesin pencarinya.

Salah seorang sumber yang akrab dengan hal ini mengatakan kalau Samsung di masa lalu telah menerima lebih dari 10% dari pendapatan tersebut. Samsung telah mengisyaratkan kepada Google bahwa mereka ingin mendapatkan lebih, terutama karena Google mulai menghasilkan lebih banyak pendapatan dari aplikasi seperti Google Maps dan YouTube.

Pengamat luar juga mulai mengenali perubahan sifat dalam hubungan kedua perusahaan. "Ada ancaman dari Samsung untuk Google yang nyata," kata Rajeev Chand, seorang managing director di boutique investment bank Rutberg & Co. "Seiring waktu, Samsung akan dapat memanfaatkan dominasi pangsa pasar untuk menegosiasikan persyaratan yang lebih baik dengan Google." Dan itu bisa saja termasuk mendapatkan "versi yang lebih baru dari software Android sebelum produsen lain," kata Mr Chand, serta kemampuan untuk memuat lebih banyak aplikasi yang dipilihnya sendiri ke perangkat.

Google di musim gugur yang lalu mengatakan bahwa mereka mendapatka $8 miliar per tahun untuk pendapatan yang terkait dengan sektor mobile. Angka tersebut termasuk pendapatan dari penjualan iklan untuk pencarian web yang muncul di perangkat Apple, serta penjualan musik dan video pada perangkat Android.

Beberapa analis telah memperkirakan bahwa Samsung mendapatkan sekitar $60 miliar untuk pendapatan dari penjualan smartphone dan tablet Android tahun lalu, naik dari sekitar $30 miliar pada 2011. Secara keseluruhan, pendapatan Samsung mencapai lebih dari $180 miliar tahun lalu, naik sekitar 20% dari tahun sebelumnya.

Jika hubungan Google dengan Samsung pecah, untuk bisnis Android Google bisa bekerja melalui unit Motorola miliknya - mirip dengan bagaimana unit hardware dan software Apple saling bekerja sama untuk memproduksi iPhone dan iPad - untuk memastikan perangkat Android Motorola lebih unggul di kompetisi.

Namun langkah seperti itu dapat mengasingkan pembuat perangkat Android lainnya. Oleh karena itu Google terus mengatakan tidak akan menunjukkan pilih kasih terhadap Motorola dibanding produsen lainnya.

Samsung telah menyebar taruhan mereka dengan memberi kesempatan pada perangkat Windows Phone yang didukung oleh Microsoft, serta tentunya dengan TIZEN, sistem operasi yang sedang dikembangkan secara bersama oleh Samsung dan pembuat mikroprosesor Intel.

Sementara itu, Google dan Motorola telah mengembangkan apa yang disebut X Phone untuk bersaing dengan Apple iPhone dan perangkat unggulan Samsung seperti Galaxy S. Motorola pada bulan Desember yang lalu telah membajak wakil presiden Samsung Amerika bagian strategi pemasaran, Brian Wallace, yang telah bekerja di iklan televisi Samsung untuk seri Galaxy yang menuai banyak pujian secara luas. Sementara Samsung dipercayai telah banyak merekrut bakat-bakat dari Motorola sebelum diakuisisi Google.

Google memiliki harapan untuk beberapa pendatang baru untuk Android seperti HP. Selama MWC 2013, HP memamerkan serangkaian tablet Android pertama mereka yang dijadwalkan untuk hadir di pasar mulai musim semi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar