Sabtu, 05 Januari 2013

Samsung - NTT DoCoMo bertekad kuasai pasar smartphone Jepang


Samsung Electronics berhasil memecahkan rekor US $2 miliar dalam penjualan di pasar ponsel Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Prestasi ini benar-benar luar biasa karena hanya beberapa perusahaan yang telah berhasil di pasar dengan hambatan masuk yang sangat tinggi seperti Jepang.

Samsung Electronics mengumumkan pada 3 Januari kemarin bahwa penjualan feature phone dan smartphone mereka di Jepang telah melampaui US $2 miliar pada tahun 2012. Penjualan smartphone Galaxy S3 berhasil melampaui satu juta unit dalam enam bulan sejak debutnya, dan Galaxy Note 2 yang dirilis pada bulan Oktober telah mencapai 400.000 unit hanya dalam satu kuartal. Volume penjualan ini total hampir satu-setengah dari jumlah penjualan di pasar Korea, padahal Samsung sendiri menguasai hampir 80% pasar smartphone di Korea.

Samsung Electronics menggandeng NTT DoCoMo selaku operator seluler terbesar di Jepang untuk pemasaran smartphone mereka. Kerjasama Samsung Electronics - NTT DoCoMo untuk pemasaran smartphone bersama di Jepang berawal dari Galaxy S dan Galaxy Tab yang peluncurannya dihadiri oleh Presiden Samsung Mobile Shin Jong-kyun (JK Shin) dan CEO NTT DoCoMo Ryuji Yamada pada bulan Oktober 2010.

Samsung Galaxy S2 telah menjadi smartphone pertama yang terjual melebihi 1 juta unit pada tahun 2011 dan segera ditindak lanjuti dengan model Galaxy S3 yang menduduki puncak grafik penjualan bulanan pada bulan Juni 2012. Berikutnya pablet Galaxy Note 2 juga menyapu grafik penjualan pada bulan Oktober.


Saat ini, Samsung Electronics sedang dalam persaingan sengit dengan Apple untuk menduduki tempat nomor satu di pasar smartphone Jepang. Dan NTT DoCoMo adalah satu-satunya di antara tiga operator seluler besar di Jepang yang tidak menjual dan menawarkan iPhone kepada pelanggannya.

Akibatnya, jumlah pelanggan yang meninggalkan DoCoMo ke operator lain telah melampaui jumlah pelanggan baru selama empat tahun terakhir, setelah konsumen dimungkinkan untuk bisa mempertahankan nomor telepon yang sama setelah mengubah operator yang mereka gunakan. Pada bulan November, jumlah kontrak pada DoCoMo yang dibatalkan bahkan lebih besar dari kontrak baru untuk pertama kalinya dalam sekitar lima tahun. Jika ini berkelanjutan tentunya akan mengancam posisi mereka sebagai operator terbesar di negara matahari terbit itu.

Sekarang, NTT DoCoMo berharap smartphone dengan OS TIZEN akan bisa membalikkan tren ini. Selama ini, DoCoMo merasa kesulitan menawarkan layanan dan konten unggulan mereka sendiri pada smartphone Android karena kontrol yang terlalu ketat dan tertutup dari Google.

Sebaliknya, informasi teknologi dasar yang digunakan oleh TIZEN akan dibuat terbuka untuk umum sehingga DoCoMo bisa ikut mengembangkannya bersama Samsung. OS TIZEN akan menjadi produk open-source yang sebenarnya sehingga pengguna juga dapat lebih mengembangkan atau meningkatkan software dari perangkat mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar