Selasa, 04 Desember 2012

Samsung mulai buktikan daya saing software lewat Linux


Samsung Electronics mulai membuktikan kemampuan daya saing software miliknya dengan masuk menjadi 10 teratas dalam hal kontribusi untuk pengembangan Kernel Linux untuk pertama kalinya tahun ini, naik dari posisi 23 di tahun 2010.

Samsung mulai meningkatkan daya saing software mereka dengan meningkatkan kontribusinya untuk mengembangkan Kernel Linux, sebuah proyek software open source dalam tingkatan global sejak raksasa teknologi Korea ini mendeklarasikan diri untuk menjadi sebuah perusahaan software mulai awal tahun ini. Tekad ini makin diperkuat lewat instruksi langsung CEO yang baru Kwon Oh-hyun untuk memperkuat software saat pidato pelantikannya.

Menurut laporan Kernel Linux yang dirilis oleh Linux Foundation pada 3 Desember kemarin, Samsung menduduki peringkat 8 untuk kontribusi organisasi terhadap pengembangan Kernel Linux diatas Oracle dan Google. Samsung yang menyumbang hanya 0,6% pada tahun 2010, meningkatkan kontribusi mereka menjadi 1,7% tahun ini. Perusahaan lain yang yang masuk dalam 10 besar diantaranya adalah Red Hat, Intel, Novel, IBM, Texas Instrument (TI), Broadcom, dan Nokia.

Secara Khususnya, Samsung mengalihkan fokus nya dari dukungan hardware ke beberapa segmen inti seperti scheduler dan manajemen memori, sebagian disebabkan karena kemampuannya dalam pengembangan software.

Samsung memulai pengembangan Linux pada tahun 2003, dengan menggunakan distribusi dari MontaVista. Penggunaan Linux diperluas selama bertahun-tahun, seperti misalnya peralatan elektronik rumah tangga pada tahun 2005, televisi pada tahun 2006, dan seterusnya. Smartphone pertama Samsung yang berbasis Linux dirilis pada tahun 2004, dengan fitur utama kontrol dan perintah suara.

Pada tahun 2007 Samsung bergabung dengan LiMo Foundation dan merilis smartphone pertama dengan OS Samsung Linux Platform (SLP) sebagai bagian dari Linux Mobile (LiMo) pada tahun 2009. OS SLP ini yang kemudian dikembangkan dan berevolusi menjadi TIZEN di tahun 2011. Pada 2012, semua produk elektronik dari Samsung, mulai dari ponsel dan tablet hingga ke sistem home theater, kamera dan printer, semua didasarkan pada Linux.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar