Selasa, 27 November 2012

K-Apps, toko aplikasi TIZEN bentukan pemerintah Korea


K-Apps atau KoreaApps lahir sebagai wujud dukungan pemerintah Korea untuk membangkitkan ekosistem HTML5 dinegaranya dan meningkatkan penggunaan teknologi web di Korea. Dengan dukungan perusahaan teknologi seperti Samsung Electronics dan semua operator yang ada di Korea, pemerintah Korea berharap layanan komersialisasi HTML5 ini bisa mendorong TIZEN sebagai sistem operasi generasi berikutnya.

Teknologi HTML5 adalah generasi berikutnya dari standar Web. Aplikasi web berbasis HTML5 bisa diimplementasikan secara cross-platform, terlepas dari sistem operasi (OS) atau terminal/perangkat yang digunakan. Namun untuk membangun sebuah ekosistem berdasarkan HTML5 masih terkendala hambatan kurangnya toko aplikasi khusus untuk HTML5.

Hal ini disampaikan oleh Jeon Yoon-ho, Head of Platform R&D Office di SK Planet, saat menyampaikan materi "HTML5, sebuah platform terbuka, teknologi fusi, dan komersialisasi" saat berlangsungnya HTML5, Open Platform, Convergence Technology and Business Conference di COEX Convention Center, Seoul, Korea Selatan. Konferensi yang berlangsung pada 20 November kemarin hasil kerjasama antara HTML Leaders Camp Korea dengan Korea Wireless Internet Solution Association (KWISA) ini menyoroti keuntungan dari aplikasi web itu sendiri untuk membangkitkannya.

"Peran pengembang sebagai pencipta konten sangat penting jika HTML5 bisa sukses," tambah Ketua KWISA Kim Jong-shik, "Dalam konteks ini, acara hari ini akan menjadi dasar bagi ekosistem pengembang yang berpusat pada HTML5 yang terbuka."

Menurut Yoon-ho, kehadiran K-Apps untuk mendukung HTML5 bisa mendorong sistem operasi generasi berikutnya seperti TIZEN dan makin mengurangi ketergantungan kepada toko aplikasi asing seperti Google Play/Android Market dan Apple App Store.

Layanan K-Apps mendapat dukungan penuh dari seluruh operator di Korea, termasuk SK Telecom, KT dan LG U+. K-Apps mendasarkan aplikasi berdasarkan WAC (Wholesale Applications Community) Web Runtime berbasis teknologi HTML5.

Sementara Korea Communications Commission (KCC) berharap HTML5 akan menjadi alternatif terbaik untuk industri teknologi komunikasi dan informasi (information and communication technology/ICT) di Korea yang selama ini menderita akibat kurangnya kemampuan platform dan software dalam negeri sehingga banyak tergantung pada pihak luar seperti dari Google dan Microsoft.

"HTML bukan hanya presentasi teknologi Web baru tapi teknologi kunci untuk platform konvergensi dan layanan di industri yang berbeda seperti OS berbasis Web [TIZEN] untuk smartphone, Smart TV dan in-vehicle infotainment," kata Manager KCC Song Kyung-hee.

Sebelumnya seorang pejabat dari KCC mengatakan bahwa mereka siap untuk mendukung rencana kebijakan pemerintah Korea untuk menyebarkan ekosistem TIZEN di negaranya. Komisi ini akan mengumumkan langkah-langkah dukungan, termasuk untuk ekosistem aplikasi berbasis HTML5 untuk TIZEN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar