Sabtu, 25 Agustus 2012

Twitter bergabung dengan W3C dan Linux Foundation


Mayoritas layanan berbasis web saat ini bergantung pada Linux, yang ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan yang bergabung dengan Linux Foundation, sebuah konsorsium nirlaba yang didedikasikan untuk mendorong pertumbuhan Linux. Linux Foundation menyediakan lingkungan yang netral bagi perusahaan dan pengguna untuk mendiskusikan dan berkolaborasi pada pengembangan Linux, termasuk didalamnya Intel, Samsung, NEC, Huawei dan Panasonic yang merupakan anggota dari TIZEN Association adalah juga anggota dari Linux Foundation. Dan Twitter adalah anggota baru dari Linux Foundation.

Dengan puluhan ribu server yang berbasis Linux, Twitter akan bergabung dengan Linux Foundation untuk mendukung misinya dalam mempromosikan, melindungi dan memajukan Linux. "Linux dan kemampuannya untuk di tweak secara penuh adalah fundamental bagi infrastruktur teknologi kami," kata Chris Aniszczyk, Manager Open Source dari Twitter. "Dengan bergabung dengan Linux Foundation kita dapat mendukung sebuah organisasi yang penting bagi kami dan berkolaborasi dengan komunitas yang memajukan Linux secepat kita meningkatkan Twitter."

Sebelum bergabung dengan Linux Foundation, Twitter dua hari yang lalu (23/8) juga menyatakan bergabung dengan W3C. W3C atau World Wide Web Consortium adalah komunitas internasional dimana organisasi anggota, staf full-time, dan masyarakat umum bejerja bersama untuk mengembangkan standar Web. Dipimpin oleh penemu Web Tim Berners-Lee dan CEO Jeffrey Jaffe, misi W3C adalah memimpin Web secara maksimal.

"Hari ini dengan antusias kita umumkan untuk mendukung dan bergabung dengan W3C, untuk memulai kami berencana untuk berkolaborasi di bidang keamanan, komponen mobile dan web," kata perwakilan Open Source dari Twitter.

Dan semua anggota TIZEN Association adalah juga anggota dari W3C karena TIZEN mengandalkan aplikasi web berbasis standar milik W3C. Standar W3C mendefinisikan Platform Web Terbuka untuk pengembangan aplikasi yang memiliki potensi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memungkinkan pengembang untuk membangun pengalaman interaktif yang kaya, didukung oleh penyimpanan data yang luas, dan tersedia pada perangkat apapun. Meskipun batas-batas platform terus berkembang, pemimpin industri telah berbicara hampir secara serempak tentang bagaimana HTML5 akan menjadi landasan untuk platform ini.

Bergabungnya Twitter dengan W3C dan Linux Foundation membuat mereka secara langsung maupun tidak langsung suatu saat akan bekerjasama dengan tim pengembang TIZEN untuk tujuan yang sama. Dan bukan tidak mungkin jika suatu saat ingin membuat perangkat hardware sendiri yang terintegrasi langsung dengan semua layanan yang dimiliki, Twitter akan mempertimbangkan TIZEN sebagai salah satu opsi yang serius.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar