Rabu, 15 Agustus 2012

Refleksi 1 tahun Proyek TIZEN dari Linux Foundation


Proyek TIZEN (Tizen project) telah mendekati ulang tahunnya yang pertama, dan ini adalah saat yang baik untuk melihat kembali seberapa jauh kemajuan dari proyek ini. Linux Foundation mengumumkan TIZEN pada bulan September 2011 sebagai kombinasi dari pekerjaan Intel sebelumnya pada MeeGo dan platform handset LiMo (Linux Mobile) Foundation. Samsung secara resmi kemudian bergabung, dengan membawa kode dari lini produk bada berbasis Linux miliknya.

Tujuan TIZEN, seperti juga MeeGo sebelumnya, secara jelas didefinisikan untuk menghasislakan basis dasar distribusi berbasis Linux yang cocok untuk produk elektronik konsumen: dari perangkat genggam seperti smartphone dan tablet hingga platform berasa embedded seperti Smart TV cerdas dan in-vehicle systems. Samsung dan LiMo (melalui Samsung Linux Platform/SLP) menambahkan smartphone ke dalam kategori perangkat yang didukung.

Rilis pertama TIZEN diluncurkan pada bulan Januari 2012 dan terdiri dari repositori Git publik untuk inti OS dan "preview" dari SDK. Mungkin yang paling menonjol, rilis komunitas yang menampilkan bagaimana TIZEN akan bergabung dengan toolkit grafis Enlightenment Foundation Libraries (EFL) dari LiMo dan proyek API berbasis HTML 5 untuk pengembangan aplikasi. Pada saat itu, TIZEN Web API masih dalam tahap pengembangan awal, dengan framework terdiri dari standar W3C, device adaptation API dari Web Application Community (WAC), dan API individu baru untuk TIZEN itu sendiri.

Pada bulan Mei, San Francisco menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan acara tahunan yang pertama Tizen Developer Conference - sebuah konferensi yang bertepatan dengan debut "Larkspur", perilisan versi 1.0 dari platform TIZEN, dan satu set tool pengembangan baru. Berbeda dengan rilis preview, konferensi ini menyediakan pengembang dengan kesempatan pertama mereka untuk mendapatkan pengalaman dengan software dan untuk melihatnya berjalan pada hardware. Program pada konferensi ini ditujukan untuk memberikan pengembang sebuah tur mendalam tentang Web API dan proses pengembangannya, termasuk beberapa sesi hands-on classrom yang berlangsung lama.

Kemunculan Pengelola

Konferensi ini dimulai dengan satu set pembicara utama, yang pertama bersama-sama disajikan oleh Imad Sousou dari Intel dan Choi Jong-deok (JD Choi) dari Samsung. Keduanya saat ini menjabat sebagai co-chair dari kelompok pengarah teknis TIZEN atau TIZEN technical steering group (TSG) dan mereka memberikan gambaran dari platform, roadmap untuk kode melalui perilisan versi 2.0 yang dijadwalkan untuk akhir tahun 2012, dan pemeriksaan detail pertama dari struktur proyek. Sousou menekankan bahwa Intel dan Samsung sedang berusaha untuk membiarkan pengelola dari proyek (khususnya membentuk komite dan sub-proyek) muncul secara organik.

Untuk itu, diuraikan salah satu perbedaan utama antara TSG (yang memiliki tugas pengambilan keputusan untuk basis kode) dan TIZEN Association, yang merupakan kelompok pemasaran yang bekerjasama dengan pembuat perangkat, operator jaringan mobile, dan konsumen lain yang tertarik. Kiyohito Nagata, wakil presiden senior dari DoCoMo Jepang, dan saat ini menjabat sebagai chairman dari TIZEN Association, menguraikan bagaimana pekerjaan dari asosiasi yang dipimpinnya. Dia memulai dengan riset pasar konsumen DoCoMo, daftar keinginannya untuk platform TIZEN, dan pengalamannya yang membawa produk dan layanan software untuk pasar.

API

Untuk para pengembang yang akan mengeksplorasi TIZEN, tantangan sebenarnya adalah untuk membuktikan kepada mereka bahwa proyek tersebut akan memberikan API yang diperlukan untuk beradaptasi dengan HTML5 untuk form-factor perangkat mobile: akses terhadap kebutuhan mobile umum seperti kontak, kalender, dan mobile data, koneksi ke hardware seperti kamera, geolocation, dan orientasi sensor, serta framework yang aman untuk menginstal, menjalankan, dan mengelola aplikasi sendiri. Dalam konferensi tersebut, Sousou dan Choi menjelaskan dasar-dasar, khususnya menjelaskan bahwa proyek ini berkomitmen untuk bekerja dengan World Wide Web Consortium (W3C) pada satu set standar untuk berbagai kelas API, dan dengan kelompok lain (seperti Khronos, pengelola dari spesifikasi WebGL dan OpenGL ES).

Untuk menjelaskan kebingungan yang mungkin dihadapi pengembang aplikasi, karena Google ChromeOS dan Mozilla Boot To Gecko (Firefox OS) juga bersandar pada API aplikasi berbasis HTML5, dan juga bekerja dengan standar yang sama. Saat ini, TIZEN menawarkan API berbasis W3C untuk instalasi aplikasi dan packaging (dikenal sebagai W3C Widget specification), dokumen dan konten multimedia (termasuk audio, video, canvas, DOM, inline SVG, dand Selector), komunikasi dan penyimpanan (termasuk Web Sockets, Web Storage, dan Web SQL), dan dukungan untuk standar terkait seperti CSS3.

Ada juga W3C API untuk sejumlah titik integrasi OS, seperti sensor geolocation, orientasi dan acceleration, dan vibration hardware, tapi ini adalah titik di mana pekerjaan standarisasi masih berlangsung. TIZEN memiliki satu set API asli yang saat ini mencakup fitur OS yang belum resmi, termasuk low-level technology seperti NFC dan system time, dan application framework class umum seperti alarm, kontak, akses filesystem, dan messaging framework general. Para pembicara menunjukkan bahwa API ini dimaksudkan untuk dikembangkan dengan cara platform-neutral dan tidak ditetapkan secara khusus untuk TIZEN, meskipun belum ada jadwal untuk memasukkannya sebagai standar.

Banyak sesi breakout diisi dengan kegiatan menjelajahi API baru atau dengan pengembangan aplikasi HTML5 untuk mereka yang lebih terbiasa dengan desktop Linux atau dengan framework mobile lainnya. Sebaliknya, ada juga sesi yang terkonsentrasi penuh pada komponen TIZEN yang berasal dari dunia desktop Linux, seperti framework aksesibilitas AT-SPI, BlueZ, dan open build system (OBS).

Pengembangan

Konferensi pengembang pada bulan Mei ini menyimpulkan dengan memperluas peserta pelatihan hands-on lab tentang bagaimana menggunakan berbagai tool pengembangan. Konferensi ini memberikan perangkat pengembangan yang dibuat oleh Samsung untuk peserta terdaftar, dan pembicara lab menggunakannya dengan tool SDK untuk mengkompilasi aplikasi yang sebenarnya. Full SDK mencakup IDE berbasis Eclipse, emulator, pengembangan untuk perangkat target, dan tool konektivitas perangkat.
Proyek ini juga telah meluncurkan beberapa tool pengembangan yang ringan untuk menemani SDK penuhnya: sebuah HTML5 interface designer, dan simulator perangkat berbasis web yang dibangun di atas tool pengembang Chromium. Bersama-sama mereka membiarkan programmer dengan cepat bisa membangun mock-up atau shell aplikasi dan debug aplikasi.

Pada akhir Juni, Tizen memperluas upaya pengembangan aplikasi dengan memasukkan program hardware untuk pengembang. Program ini menyediakan perangkat Samsung dalam jumlah terbatas untuk pelamar yang setuju untuk mengembangkan aplikasi untuk TIZEN dan mendokumentasikan kemajuan mereka di depan umum. Hardware untuk pengembang ini memiliki spesifikasi layar sentuh 4,65-inci Super AMOLED Plus dengan resolusi HD 720x1280 piksel, kamera ganda (8MP dan 2MP, Wi-Fi, Bluetooth 4.0, GPS, dan NFC. Di dalamnya ada CPU dual-core ARM Cortex-A9, chip grafis Mali 400, dan RAM 1GB. Perangkat sejenis sudah ada di tangan peserta konferensi pengembang TIZEN, tetapi program ini dirancang untuk memperluas peserta luar, dan untuk menyediakan tambahan perangkat yang tersedia untuk pengembang.

Komunitas TIZEN dan perkembangan infrastruktur juga telah maju dalam beberapa bulan terakhir, dengan penambahan milis baru yang stabil untuk pengembang produk, penulis aplikasi, dan sistem in-vehicle (atau IVI). Platform IVI saat ini salah satu yang paling agresif, karena beberapa pembuat mobil utama telah bergabung dalam upaya untuk membakukan platform umum untuk komputer in-dash. Proyek bug tracker juga telah go public, seperti memiliki pedoman komunitas untuk berpartisipasi. Sebuah kontes pengembangan aplikasi yang disponsori oleh Intel berlangsung dalam minggu pertama di bulan Agustus, dengan hasil yang dijadwalkan akan diumumkan segera.


Ke depannya

Sebagai tanda dua belas bulan semakin dekat, acara besar berikutnya yang sudah diantisipasi akan menjadi rilis versi 2.0 dari platform TIZEN. Belum ada tanggal peluncuran yang pasti, tetapi TIZEN sudah masuk pada jadwal di beberapa konferensi penembang yang akan diselenggarakan di musim gugur ini (termasuk LinuxCon North America, LinuxCon Europe dan Automotive Linux Summit), sehingga debut dari versi 2.0 mungkin akan hadir di hadapan pengembang di salah satu peristiwa-peristiwa tersebut.

Setiap platform baru pasti menghadapi tantangan untuk memperluas sumber daya mereka yang terbatas untuk merekrut pengembang dan kontributor baru - atau melihat dengan cara lain, jauh lebih mudah untuk mempertahankan pengembang daripada menemukan dan melatih yang baru. TIZEN menargetkan beberapa kategori perangkat, namun sebagian besar penekanan (keduanya di konferensi pengembang pertama dan dalam program perangkat) berada di ruang perangkat mobile yang sangat kompetitif. Ini sangat masuk akal, karena menimbang bahwa siklus hidup smartphone untuk konsumen jauh lebih pendek dari sebuah mobil atau Smart TV. Smartphone TIZEN akan hadir di pasar lebih dulu jauh sebelum Smart TV atau sistem IVI berbasis TIZEN, sehingga pemberian smartphone prototype untuk pengembang adalah cara terbaik untuk mengambil hati di kalangan komunitas open source.

Tapi salah satu keuntungan terbesar TIZEN pada persaingan ketat dengan banyak pemain besar di industri software adalah bahwa framework aplikasi tidak benar-benar suatu platform yang baru sama sekali. HTML5 dan Web API terkait telah ada pada platform lain, dan system-level framework nya telah berkembang sejalan dengan distribusi Linux desktop modern - dan ini membuat keterampilan yang telah ada bisa dipindahtangankan, baik masuk dan keluar, yang pada gilirannya membuat target TIZEN akan menjadi jauh lebih menarik jika Anda adalah seorang programmer. Bahwa perbedaan jarang dibesarkan dalam analisis publik untuk TIZEN (yang lebih sering daripada tidak berfokus pada tingkat keterlibatan korporasi), tetapi banyak pengembang tampaknya memahaminya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar