Kamis, 10 Mei 2012

Mozilla tidak ingin berkompetisi dengan Tizen


OS Mobile baru Boot to Gecko dari Mozilla dan Tizen mungkin terlihat seperti pesaing dalam duel platform open source berbasis web mobile. Tapi mereka sebenarnya di tim yang sama, kata Todd Simpson, kepala divisi inovasi dari Mozilla.

"Jika Tizen dan Boot to Gecko bertemu di device API dan Tizen melakukannya dengan sangat baik, [maka platform berbasis] Web akan menakjubkan. Kita sama sekali tidak melihat itu sebagai kompetisi," katanya kepada PCMag saat CTIA Wireless 2012 yang berlangsung di New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat, bertepatan dengan Tizen Developer Conference 2012.

Samsung baru saja membagi-bagikan perangkat Tizen pertama kepada pengembang di konferensi pengembang Tizen yang pertama di San Francisco. Sementara Boot to Gecko adalah murni proyek Mozilla, maka Tizen didukung oleh banyak perusahaan dan komunitas didalamnya.

Kuncinya adalah bahwa sebagai proyek idealis nirlaba, Mozilla tidak dalam posisi untuk untuk mendominasi pasar mobile. Yayasan ini hanya ingin memajukan standar Web umum yang terbuka. Simpson mengatakan jika pihak lain juga melakukannya - seperti Tizen - maka Mozilla akan mendukungnya. Jika Tizen dan Mozilla menyetujui standar yang sama, maka Mozilla dapat membantu Tizen juga.

"Ketika Anda mendapatkan hal-hal yang standar di Web, jika Anda terbiasa dengan W3C, maka Anda benar-benar dapat memindahkan proses dengan cukup cepat. Karena kita sudah melakukannya selama 10 atau 12 tahun, kami berpikir kami dapat membantu diri kita sendiri dan Tizen melalui ini dan mendapatkan standar API ini dengan cukup cepat," kata Simpson.

Namun Simpson meyakini bahwa vendor lain mungkin akan lebih memilih Boot to Gecko untuk platform mobile berbasis Web, karena OS ini dibuat bukan untuk mencari keuntungan.

"Samsung berinvestasi sangat besar pada Tizen, vendor lainnya tidak selalu. Semoga kita melihat akhir melalui beberapa OS web-sentris yang kompetitif. Itulah cara persaingan menjadi sehat," kata Simpson.

Mungkin selama ini Simpson tidak menyadari, tanpa investasi yang besar hampir mustahil sebuah sistem operasi akan sukses. Contoh yang paling jelas adalah WebOS, platform mobile yang juga berbasis Web dan dianggap banyak orang jauh lebih bagus daripada Android. Namun karena Palm pemiliknya tidak memiliki dana yang cukup untuk terus berinvestasi, akhirnya dijual ke HP dan hingga saat ini sudah tidak terdengar lagi perkembangannya.

Dan vendor hardware cuma akan memilih OS yang sudah terbukti laris dan menguntungkan. Jadi jika Samsung berhasil menjual perangkat Tizen di pasaran dan mengambil keuntungan disana, maka tidak perlu didorong lagi semua vendor akan merapat ke Tizen dengan sendirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar