Jumat, 03 Februari 2012

Bagaimana HTML5 akan menghilangkan kebutuhan akan ekosistem


Ketika iPhone diluncurkan, Apple telah menciptakan ekosistem tertutup yang berjalan pada satu arsitektur prosesor. Ini adalah keputusan penting jika dilihat dari sudut pandang teknik dan desain yang memungkinkan untuk dua hal, yakni memungkinkan Apple untuk memiliki kontrol yang lebih ketat terhadap platform mereka dan memungkinkan kinerja yang sama untuk aplikasi pihak ketiga. Dan Apple terbukti sukses karena memang nyaris tidak ada pesaing berarti untuk ekosistem mereka dan perangkat iPhone kemudian dikenal dengan penfalaman pengguna yang mulus dan intuitif.

Microsoft coba melakukan hal yang sama. Windows Mobile yang makin memudar popularitasnya diganti dengan Windows Phone 7 yang dibangun dengan ekosistem mirip iPhone. Bahkan perangkat pertama yang menggunakan OS ini juga memiliki keterbatasan fitur seperti generasi pertama iPhone. Anda akan memiliki pengalaman yang sama intuitifnya dengan iPhone lewat smartphone Windows terbaru, namun dilain sisi akan kehilangan "kebebasan" seperti versi sebelumnya.

Sebelum hadirnya era smartphone seperti sekarang ini, Java telah menjadi pilihan yang paling banyak diadopsi jika ingin membuat aplikasi atau konten untuk perangkat mobile dan telah mendominasi di segmen ini selama lebih dari 10 tahun. Spesifikasi hardware yang tinggi tidak terlalu dibutuhkan waktu itu. Meskipun begitu masih cukup banyak variasi aplikasi Java yang terus mendominasi hingga sekarang ini. Dan hampir semua game pasti ada yang dibuat dalam versi Java, termasuk yang paling populer Angry Birds.

Java dan Dalvik Machine digunakan oleh Android karena alasan ini. Meskipun sekarang banyak perangkat Android dengan spesifikasi hardware yang makin mengejar desktop PC, aplikasi pihak ketiga tetap berbasis Java. Meskipun itu baik atau buruk, Java bersifat universal. Aplikasi Java mudah dibuat dan banyak pengembang aplikasi yang telah terlanjur nyaman dengan bahasa pemrograman ini. Ini selaras dengan jalur yang dilalui Google yang sejak dulu selalu mengejar kuantitas demi bisnis iklannya. Dan ekosistem Java lewat Android Market dengan cepat bisa mengejar milik Apple, walaupun Anda tidak bisa membandingkan kualitasnya secara rata-rata per-aplikasi.

Namun kejayaan Java akan segera berakhir, selain sudah semakin berkurangnya sisi yang bisa diekplorasi, juga karena munculnya pesaing yang "lebih universal."

Kita akan melihat HTML5 sebagai "the next Java". Kepopuleran HTML5 didorong semakin seringnya orang-orang melakukan aktivitasnya yang tidak jauh dari akses web. Portal web populer seperti Facebook, Google+ dan Chrome mengandalkan aplikasi ringan berbasis HTML5, sehingga pengembang besar seperti Rovio, Gameloft dan EA pun dipaksa juga membuat versi HTML5 dari produk-produk populernya.

Perkembangan HTML 5 saat ini dan kedepannnya sudah tidak bisa dihindarkan. HTML5 sudah siap untuk menggantikan Adobe Flash yang sudah "dibunuh" pemiliknya, dan pada tingkat yang lebih rendah, Microsoft Silverlight. Fleksibilitas yang sangat tinggi hanya bisa disaingi oleh bahasa pemrograman tradisional yang rumit yang program-programnya terikat pada hardware yang dibangun untuk itu. Sebagai OS baru, Tizen dengan berani mempromosikan HTML5 sebagai pilihan utama untuk aplikasi pihak ketiga yang didukung.
Saat ini jika Anda memiliki smartphone Android tercanggih, misalnya Samsung Galaxy Nexus dan menjalankan game Angry Birds versi HTML5 lewat browser maka akan mendapatkan pengalaman yang sama persis seperti apa yang Anda unduh dari Android Market, dan itu hanya akan menjadi masalah waktu ketika semuanya juga akan diporting kedalam versi HTML5. Teknologi seperti HTML 5 memiliki kemampuan untuk menghadirkan pengalaman yang sama untuk aplikasi maupun konten dalam perangkat yang berbeda, mulai dari smartphone, Smart TV hingga desktop PC. Chrome dan Facebook adalah contoh platform nyata bagaimana Anda bisa menjalankan aplikasi yang sama dalam perangkat yang berbeda tanpa harus memikirkan sistem operasi apa yang Anda gunakan sekarang.

Dan jika HTML 5 mulai menjadi dasar dari semua pengembangan aplikasi, maka yang diuntungkan tentu saja adalah pengguna. Tidak ada alasan lagi kita untuk terikat pada satu macam OS, apakah itu Android, Tizen, bada, iOS, WebOS, Windows Phone atau apapun yang kita inginkan. Semuanya akan memiliki kemampuan akses yang sama untuk aplikasi, game, utilitas, konten hiburan, ebook dan lainnya seperti orang lain. HTML5 akan menjadi teknologi yang benar-benar menghilangkan kebutuhan akan suatu "ekosistem." Ini adalah kebebasan yang sebenarnya, HTML5 memang "universal."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar