Jumat, 30 September 2011

Samsung tingkatkan kemampuan software untuk bersaing dengan Apple


Keputusan Samsung Electronics terbaru untuk menandatangani kesepakatan lisensi silang dengan Microsoft dan bersama-sama mengembangkan sebuah sistem operasi open source baru dengan Intel ditafsirkan sebagai langkah yang dirancang untuk memperkuat daya saing software perusahaan dan menjaga persaingan dengan rivalnya di pasar.

Kesepakatan ini diharapkan akan berdampak signifikan dalam beberapa aspek dengan mempertimbangkan bahwa raksasa elektronik ini saat ini terus menghadapi tantangan yang semakin menanjak karena didorong oleh kebutuhan yang mendesak untuk untuk mengembangkan baik hardware dan software agar tetap bisa bersaing dengan vendor besar lainnya seperti Apple, Google dan Microsoft. Di satu sisi, Samsung akan menambahkan software baru ke dalam daftar aset, sementara disisi lain, membentuk aliansi lainnya untuk menghindari sengketa paten, terutama dengan Apple.

Kedua perusahaan - Samsung dan Microsoft - telah sepakat untuk menyelesaikan sengketa mereka atas penggunaan teknologi yang telah dipatenkan dalam sistem operasi Android yang digunakan dalam gadget cerdas Samsung. Samsung diberitakan telah sepakat untuk membayar lisensi di bawah $5 per handset Android untuk Microsoft sebagai loyalitas. Biaya kesepakatan ini lebih rendah dari tuntutan Microsoft, dan sebagai gantinya Samsung juga akan membuat perangkat berbasis software Microsoft.

Samsung telah terlibat dalam pertarungan paten intensif dengan Apple sejak awal tahun ini terkait dengan perangkat seri Galaxy mereka, dan berencana untuk menggugat balik perusahaan Amerika tersebut untuk pelanggaran paten nirkabel di iPhone mendatang. Pertarungan telah menyebar ke 10 negara, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Belanda dan Australia.

Seorang eksekutif puncak dari Samsung mengatakan bahwa perusahaannya akan mengambil sikap yang lebih berani dalam pertempuran paten terkait smartphone dan tablet dengan Apple, dimana Samsung menyebut Apple selama ini telah menggunakan "secara gratis" terkait paten yang berhubungan dengan teknologi nirkabel.

"Kami akan mengejar hak-hak kita untuk ini dalam cara yang lebih agresif dari sekarang," kata Lee Younghee, kepala pemasaran global untuk komunikasi mobile dari Samsung, dalam sebuah wawancara.

Lee, wakil presiden senior di Samsung, tidak mengatakan apa bentuk sikap yang lebih kuat yang akan diambil oleh perusahaan Korea Selatan jika akan ada gugatan lagi. Tapi dari nada komentarnya menunjukkan akan adanya perubahan yang pasti. Dia menggambarkan pendekatan sebelumnya sebagai strategi yang "pasif."

Pertempuran menjadi lebih kompleks karena Apple dan Samsung tidak hanya pesaing di pasar smartphone dan tablet PC yang tumbuh cepat secara global, tetapi juga memiliki hubungan bisnis yang dekat. Samsung sebagai produsen chip memori dan layar LCD terbesar di dunia selama ini telah memasok beberapa komponen utama yang masuk ke produk Apple.

Lee mengatakan bahwa Samsung telah berusaha menjaga hubungan baik dengan Apple di tengah sengketa paten mereka.

"Kami telah berlaku sangat hormat dan juga pasif dalam berbagai cara," kata Lee selama wawancara di kantornya di gedung kantor pusat Samsung di Seoul selatan. "Namun, kita tidak boleh seperti ini ... lagi."

Lee mengatakan bahwa Samsung memegang berbagai paten mencakup teknologi telekomunikasi nirkabel. Paten tersebut meliputi fungsi utama dari perangkat mobile, termasuk yang memungkinkan pengguna perangkat untuk berbicara di lewat telepon dan menerima e-mail pada saat yang sama.

"Kami percaya Apple telah menggunakan paten ini secara gratis selama ini," kata Lee.

Samsung memiliki sekitar 28.000 paten di Amerika Serikat saja, jauh lebih banyak dari paten milik Motorola yang telah dibeli oleh Google. Secara global, Samsung memegang lebih dari 100.000 hak paten.

Namun, perjanjian lisensi silang antara Samsung dan Microsoft tidak berarti Samsung dapat menggunakan paten Microsoft terhadap Apple. Pejabat Samsung mengatakan bahwa itu hanya berarti Samsung diperbolehkan untuk menggunakan penemuan yang dilindungi oleh paten Microsoft sejauh diizinkan oleh perjanjian.

"Selama Samsung juga membuat perangkat yang menjalankan Windows Phone, maka akan mendapatkan keuntungan dari paten Microsoft," kata pejabat tersebut.

Apple sendiri telah mengajukan tuntutan hukum sejauh ini hanya terhadap perangkat Android, bukan terhadap produk Windows Phone, yang diproduksi oleh HTC dan Samsung. Aliansi Samsung-Microsoft juga berhubungan dengan properti Android paling penting yang berhubungan dengan intellectual property (IP) yang bahkan lebih signifikan daripada akuisisi Google terhadap Motorola Mobility. Jadi bisa diibaratkan Samsung sudah tidak mempercayai Google bisa melindungi paten Android walaupun telah membeli Motorola.

"Jika Samsung benar-benar percaya bahwa pengambilalihan Motorola Mobility oleh Google akan membantu keseluruhan ekosistem Android pada umumnya, pasti akan menunggu terlebih dahulu sampai kesepakatan ditutup sebelum menjalin perjanjian lisensi sendiri dengan Microsoft," kata seorang pejabat Samsung. "Samsung tahu sudah tidak bisa bergantung lagi pada Google. Kami telah memutuskan untuk menangani isu-isu IP Android dengan cara kita sendiri. "


Dengan Intel, produsen elektronik Korea Selatan ini akan mengembangkan sistem operasi open source yang disebut Tizen. Samsung juga berencana untuk menjadikan bada menjadi sebuah platform yang terbuka.

Dijadwalkan akan diluncurkan pada kuartal pertama 2012, Tizen akan memberikan pilihan yang lebih luas untuk Samsung dari sistem operasi untuk bisa bersaing dengan seperti Apple iOS, sementara pada saat yang sama mengurangi ketergantungan pada Google Android.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar